Rabu, 12 Februari 2014 | 09.45

Kebangkitan Militer Indonesia, Ketakutan Singapura

Hariankota.com - Pengamat Intelijen dari Indonesia National Intelijen A.Rohmad menilai sikap tegas Panglima TNI mengacuhkan protes Singapura harus didukung penuh seluruh Masyarakat Indonesia. Selain menyangkut kedaulatan negara, tiga agenda Singapura dibalik protes atas penamaan KRI Usman-Harun.

Rohmad menjelaskan pertama adalah Singapura sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) sedang mencari perhatian dari negara adidaya itu guna mendapatkan dukungan militer tambahan dengan mengirim pesan sedang terancam oleh kebangkitan militer Indonesia.

Ia mengatakan Singapura rajin mencari celah untuk meningkatkan kapasitas militernya melalui dukungannya pada politik global AS. Sebagai negara yang menawarkan diri sebagai penjaga kepentingan AS di kawasan Singapura.

"Dengan situasi tegang Indonesia-Singapura melalui kasus ini akan dimanipulasi untuk mendapatkan tambahan dukungan militer dari negara adidaya itu karena Singapura sedang dikesankan terancam oleh dua raksasa, Indonesia dan Cina,"ungkap Rohmad kepada Hariankota,di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2014).

Kedua, Singapura memiliki kebutuhan untuk membangun nasionalisme dan identitas nasionalnya. Nasionalisme di kalangan rakyat Singapura sulit dibangun karena masyarakatnya terkotak-kotak dalam segregasi etnik yang tajam dan fakta bahwa negara Singapura adalah hadiah dari kekuatan kolonial.

Ketiga, rezim yang berkuasa di Singapura yang sudah menguasai Pemerintahan sejak awal berdiri negara tersebut mulai terganggu oleh tuntutan demokratisasi. Rezim ini sedang dilanda kerapuhan, karena proses demokrasi yang berlangsung telah direkayasa untuk melestarikan kekuasaannya.

"Kita melihat bagaimana pola ini juga digunakan oleh Malaysia yang juga kerap mencari masalah dengan Indonesia. Nampaknya rezim rapuh di Singapura sedang mengikuti jejak rezim sejenis di Malaysia," katanya.(Indra Santoso)

Saat ini 0 komentar:

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2013 hariankota.com - All Rights Reserved