Rekomendasi

Pilkada DKI Jakarta Adu Strategi Layaknya Play Station

Sabtu, 24 September 2016 : 19.50
hariankota.com - Ketiga pasang bakal cagub-cawagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, bakal bertarung di Pemilukada DKI Jakarta.

Ketiga pasangan ini siap tebar pesona hingga pemilihan digelar. Lantas bagaimana peta kekuatan mereka bertiga?

Dari berbagai sumber hariankota.com mencoba menganalisa peta kekuatan ketiga pasangan ini di pemilukada DKI Jakarta. Layaknya permainan play station, ketiga pasangan cagub dan cawagub inipun membutuhkan strategi jitu.

Pasangan pertama adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Sejak ada Ahok, jalannya Pemilukada DKI Jakarta ini serasa Pemilihan Presiden. Gaumnya sama kuatnya dan mampu menyita perhatian publik. Tak hanya publik DKI Jakarta, tapi juga publik se Indonesia.

Bahkan, pasangan Petahana ini merupakan pasangan pertama yang mendaftar. Bahkan, Pilkada DKI Jakarta sekaligus pembuktian strategi 'perang bintang' mana yang kuat. Apakah Megawati Soekarnoputri atau Susilo Bambang yudhoyono atau Prabowo Subianto.

Bila melihat peta kekuatan, pasangan Ahok-Djarot, diusung oleh 4 parpol, yaitu Nasdem (5 kursi DPRD DKI), Hanura (10), Golkar (9), dan PDIP (28). Total kekuatan kursi Ahok-Djarot di DPRD DKI berjumlah 52 kursi.

Perolehan suara parpol pendukung Ahok-Djarot di Pemilu 2014 lalu: Nasdem (206.117 suara); Hanura (357.006); Golkar (376.221); dan PDIP (1.231.843). Total perolehan suara keempat parpol itu 2.171.187 suara.

Kekuatan lain yang dimiliki Ahok selain dukungan parpol besar tadi juga datang dari luar parpol. Ahok-Djarot didukung oleh relawan Teman Ahok yang mengklaim telah berhasil mengumpulkan satu juta KTP dukungan untuk Ahok.

Pasangan yang mendaftar kedua, Agus-Sylviana, juga diusung oleh 4 parpol, yaitu Partai Demokrat (10 kursi), PPP (10), PKB (6), PAN (2). Total kursi pendukung Agus-Sylvi di DPRD yaitu 28 kursi. Perolehan suara keempat partai itu, yaitu Partai Demokrat (360.929 suara), PPP (452.224), PKB (260.159), dan PAN (172.784). Total jumlah suara keempat parpol, yaitu 1.246.096 suara.

Pasangan yang mendaftar terakhir, Anies-Sandi, diusung oleh dua parpol, yaitu Gerindra (15 kursi) dan PKS (11). Kekuatan kedua partai di DPRD DKI yaitu 26 kursi. Perolehan suara kedua partai itu di Pemilu 2014, yaitu Gerindra (592.558 suara) dan PKS (424.400), totalnya 1.016.958 suara.

Di atas kertas data tersebut mungkin menggambarkan superioritas pasangan Ahok-Djarot. Namun, seperti yang telah banyak terbukti, pilkada lebih bergantung pada sosok figur, bukan partai pendukungnya.(Genta Wahyu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya