Rekomendasi

Awas! Jangan Beli Sapi Kurban Yang di Gembalakan di TPA Putri Cempo Solo

Rabu, 30 Agustus 2017 : 07.27
SOLO - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah, sering digunakan warga sekitar sebagai lokasi makan untuk sapi peliharaannya. Dilokasi ini, warga melepas begitu saja sapi miliknya, mulai dari pagi hingga sore.

Padahal lokasi pembuangan akhir banyak mengandung bahan berbahaya. Sayangnya banyak warga yang masih nekat menggembalakan ternak di lokasi TPA. Dan hasil ternak dijual di pasaran.

Sapi yang biasa digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo banyak mengandung logam berat, yakni timbal (Pb) dan sangat berbahaya apabila dikonsumsi manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh Pranoto, salah satu Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNS menyebutkan, hasil riset membuktikan sapi pemakan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo mengandung logam timbal (Pb) yang cukup tinggi.

"Masyarakat harus waspada, jangan membeli sapi dari TPA Putri Cempo, apalagi saat ini mendekati hari raya Qurban," jelasnya, di Solo, Jawa Tengah. Dengan metode penelitian tertentu, bagi ternak pemakan sampah baru kadar timbal dalam dagingnya antara 1,4 ppm sampai 1,7 ppm.

Padahal jumlah tersebut sudah melebihi ambang baku mutu protein hewani yang seharusnya tidak boleh lebih dari 0,1 ppm sesuai yang ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Jelas itu sudah melebihi ketentuan yang seharusnya tidak lebih dari 0,1 ppm sesuai standar baku protein hewani dan olahannya," paparnya lebih lanjut.

Sedangkan bagi sapi di lokasi TPA yang waktu memakan sampahnya lebih lama (bahkan sudah bercampur tanah) pastinya kadar timbal yang jauh lebih tinggi daripada pemakan sampah baru.

Terlihat dari hasil penelitian terbaru dengan metode uv-fis, kandungan timbal bagi sapi pemakan sampah lama mencapai 13 hingga 17 ppm. Ini berarti kandungan timbalnya 10 kali lipat dibanding sapi yang memakan sampah baru.

Secara fisik, lanjut Pranoto, daging yang dihasilkan oleh sapi pemakan sampah sulit untuk diketahui perbedaanya. Pasalnya kadar timbal hanya bisa diuji menggunakan alat khusus.

Namun hasil penelitian juga bisa dilihat dari serat dagingnya yang terlihat lebih padat. Namun jika lebih teliti bisa terlihat dari kotoran ternaknya. (mg1/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya