Rekomendasi

Bupati: Pecat Oknum Guru Pengguna Narkoba

Rabu, 16 Agustus 2017 : 22.03
KARANGANYAR - Tersangka ED, oknum guru salah satu sekolah dasar (SD) di Karanganyar yang tertangkap saat melakukan judi dan pesta narkoba jenis sabu, terancam dipecat dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Hal tersebut ditegaskan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai mengikuti rapat paripurna istimewa di DPRD Karanganyar, Rabu (16/8/2017). Menurut bupati, Pemkab Karanganyar tidak akan mentolerir pengguna narkoba, terutama bagi para PNS.

"Jika terbukti di pengadilan yang bersangkutan menggunakan narkoba, maka kita tetap mengambil tindakan tegas berupa pemecatan," tegas bupati, Rabu (16/8/2017).

Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kasus yang menimpa ED ke proses hukum yang berlaku.

"Kita serahkan kepada proses hukum. Tidak ada toleransi bagi PNS apalagi guru yang menggunakan narkoba," ujarnya.

Tarsa juga menyesalkan terjadinya kasus narkoba yang menjerat salah satu tenaga pendidik ini. Padahal menurut Tarsa, pihaknya telah berulang kali mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum, apalagi narkoba.

"Kami berharap, kasus ini tidak terulang kembali.Karena memang sanksinya cukup tegas," tandasnya. Disisi lain, ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, menyesalkan terjadinya kasus penyalahgunaan naroba yang melibatkan salah satu oknum guru SD.

Endang mendesak agar Disdikbud melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan terhadap tenaga pendidik di seluruh wilayah Karanganyar. Kasus ini, meneurut Endang, sangat memalukan dan mencoreng dunia pendididkan.

"Ini merupakan kasus kedua yang terjadi selama bulan Agustus ini. Belum tuntas kasus dugaan pencabulan yang juga dilakukan oknum guru, sekarang terjadi lagi kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang juga melibatkan oknum guru. Disdikbud harus mengambil sikap tegas," ujarnya.

Endang juga meminta agar dilakukan test urin secara menyeluruh, tidak hanya kepada guru, tetap juga terhadap seluruh PNS.

"Lakukan test urin secara mendadak. Kasus narkoba ini sudah sangat membahayakan. Kita tidak ingin para generasi muda, PNS, terutama para guru, terlibat dalam kasus ini," pungkasnya. (Isw/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya