Rekomendasi

Di Dakwa Gelapkan Uang Pabrik, Ibu Satu Anak Terancam Bui

Selasa, 29 Agustus 2017 : 06.27
SUKOHARJO - Terjerat kasus pidana, Nina Noviantika (27) seoramg ibu bayi umur 2 bulan,warga Joho kidul, Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo tak kuasa menyembuyikan kesedihannya.

Ia sempat stres lantaran untuk sementara waktu harus berpisah dengan buah hatinya. Nina, harus menjalani persidangan, duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Senin (28/8/2017).

Ibu muda ini didakwa menggelapkan uang perusahaan atau pabrik tempatnya bekerja yakni PT Indobara Putra Bahana produsen Pelangi Plastik beralamat di Jalan Solo-Tawangmangu, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Kasus yang semula hendak diselesaikan Nina secara kekeluargaan dengan menggembalikan seluruh kerugiannya, oleh pihak pemilik pabrik ditolak.

Salah satu kuasa hukum Nina dari Sambuana Law Firm, Achmad Badrudin mengatakan, pihaknya melihat kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap kliennya.

"Kami mengetahui ada motif dibalik pelaporan terdakwa. Dan yang keterlaluan bagi kami saat ini terdakwa memiliki bayi usia 2 bulan yang butuh asi dan kasih sayang ibunya. Terdakwa juga sempat stres tapi setelah kita dampingi, semoga ada keadilan yang sebenarnya untuk terdakwa," ujarnya.

Sesuai dengan amar dakwaan yang djbacakan JPU Unun Setyaningsih, Nina didakwa melanggar pasal 374 KUHP jo 64 tentang penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 7,44 juta yang dilakukannya sejak tahun 2015 hingga 2016.

Tak tanggung-tanggung, semula Nina dilaporkan Johan, direktur pabrik, telah mengelapkan uang perusahaan sebesar Rp 80 juta. Namun setelah dilidik penyidik Polres Sukoharjo, ternyata nominal yang digelapkan hanya sebesar Rp 7,44 juta saja.

"Kami menyebut dikriminalisasi karena saat ini pelapor, Johan atau majikan terdakwa juga sedang ditahan untuk kasus yang sama, malah dituduh menggelapkan uang 1 miliar. Dia (Johan) tidak ingin Nina karyawannya menjadi saksi. Tapi karena penyidik memanggil klien saya sebagak saksi malah klien saya dilaporkan penggelapan," katanya

Lagipula lanjut Achmad kliennya terpaksa menggelapkan uang yang diambil dari selisih penjualan pembelian plastik untuk digunakan biaya makan minum karyawan yang lembur, karena mereka tidak diberi uang tambahan

Atas kasus ini, tim penasehat hukum berharap majelis hakim bisa mempertimbangkan latar belakang kasus dan sisi kemanusiaan. "Sambil menunggu proses sidang, kami berusaha meminta penangguhan penahanan atau diberlakukan tahanan luar. Kasihan ibu dan bayinya," pungkas Achmad. (Sapto/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya