Rekomendasi

Duuh..Proyek Irigasi Senilai Rp 9,6 M Di Mandailing Hanya Menghasilkan Sampah

Kamis, 31 Agustus 2017 : 08.26
PANYABUNGAN - Pelaksanaan pengerjaan proyek irigasi Sungai Batang Gadis (SBG) dinilai asal jadi serta tidak sesuai dengan bestek yang diprogramkan pemerintah. Karena itu, aparat penegak hukum diminta memeriksa pengerjaan proyek tersebut.

Hal itu ditegaskan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Mandailing Natal (LSM KCBI Madina) Liansyah Rangkuti kepada hariankota.com baru-baru ini di Panyabungan.

Berdasarkan hasil investigasi LSM KCBI Madina di lapangan, terdapat dua jenis pengerjaan proyek irigasi Sungai Batang Gadis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) II dengan jumlah pagu miliaran rupiah dan pengerjaannya diduga asal-asalan serta tidak akan selesai sesuai masa kerja ditetapkan pemerintah.

Kemudian, apabila pola kerjanya seperti ini, diduga hasilnya akan sia-sia dan hanya membuang uang negara saja.

"Pantauan kita di lapangan, pembangunan irigasi Sungai Batang Gadis yang ada di sekitaran Panyabungan diketahui bersumber dari dana APBN TA 2017 senilai Rp 9,6 miliar dan hanya menghasilkan sampah dan lumpur di sepanjang pinggir jalan lintas timur Panyabungan," katanya.

Menurutnya Sangat tidak memungkinkan aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Madina dan Kejari Panyabungan tidak melihat apa kekurangan dan kebobrokan pembangunan irigasi itu.

Sebab, pembangunan irigasi tersebut di pinggir jalan lintas timur sehari-hari selalu dilalui masyarakat dan aparat penegak hukum. Liansyah juga meminta tindakan tegas harus diberikan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek ini.

Jangan hanya memberikan teguran saja, melainkan juga harus memberikan sanksi hukum. Sebab, dalam pengerjaan proyek ini, diduga kuat ada indikasi korupsi di dalamnya.

Liansah berharap, KPK dan DPR RI serta Kapolri harus turun ke Madina Sumatera Utara untuk bisa melihat langsung keberadaan pembangunan irigasi Sungai Batang Gadis yang diduga kuat sarang percontohan korupsi besar-besaran dalam memelanjakan uang negara RI ini.

"Saya meminta sangat, agar petinggi penegak hukum di jakarta pusat, untuk turun ke daerah madina ini agar di tindak pemborong irigasi yang pengerjaannya di duga kuat sarang korupsi," pintanya. (Syah/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya