Rekomendasi

Kejari Serahkan Berkas Kasus Penyuapan dan Penggelapan ke Tipikor

Selasa, 29 Agustus 2017 : 17.43
KARANGANYAR - Tim penyidik Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar melimpahkan dua berkas perkara kasus penyuapan dan penggelapan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang.

Dua berkas perkara tersebut, masing-masing berkas perkara penyuapan pengisian perangkat desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, dengan terdakwa Suranto.

Dalam kasus ini, Suranto tidak ditahan, penyidik hanya menyerahkan berkas dan barang bukti, serta berkas perkara penggelapan uang perusahaan PT Pertani, dengan terdakwa Joko Purwoto, staf pemasaran yang menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 194.500.400.

Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Karanganyar, IDG Wirajana, melalui Kasi Pidsus Hanung Widyatmaka mengatakan, penyerahan berkas ke pengadilan Tipikor tersebut dilakukan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan dinyatakan lengkap.

"Sudah kita limpahkan ke pengadilan Tipikor. Pekan depan, sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan akan dimulai. Kami menyiapkan enam orang jaksa penuntut umum," katanya, Selasa (29/8/2017).

Dijelaskannya, dalam kasus penyuapan pengisian perangkat desa, terdakwa Suranto dijerat dengan pasal 5 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kasus penyuapan ini berawal ketika Kepala Desa Ngunut, yang saat ini mendekam di sel tahanan, menjanjikan kepada Suranto, salah satu warganya akan diluluskan saat seleksi perangkat desa dengan syarat membayar sebesar Rp 60 juta.

Suranto menyanggupi, hanya saja dia bersedia membayar Rp 25 juta.

Angka ini kemudian disepakati oleh Kades Ngunut. Namun setelah proses seleksi, ternyata Suranto dinyatakan tidak lulus. Suranto kemudian meminta kembali uang pembayaran tersebut, namun nilai yang diminta sebesar Rp 50 juta.

"Suranto meminta pengembalian uang dua kali lipat dari nilai yang disetorkan. Jika tidak, maka akan dilaporkan kepada aparat. Karena tidak sanggup, akhirnya kasus ini ditangani Kejaksaan.

Dalam amar keputusannya, kasus ini merupakan kasus penyuapan, dimana ada penyuap dan yang disuap. Atas keputusan pengadilan, akhirnya Suranto juga menjalani proses hukum.

Sedangkan dalam kasus penggelapan yang dilakukan staf pemasaran PT Pertani, terdakwa Joko Purwoto dijerat dengan pasal 2 atau pasal 3 UU tipikor dengan ancaman satu tahun penjara. (Isw/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya