Rekomendasi

Menikmati Sensasi Kopi di Pinggiran Rel Kota Solo

Rabu, 30 Agustus 2017 : 07.49
SOLO - Seorang pria paruh baya dengan rambut dikucir menyambut kedatangan hariankota.com di kedai kopi yang berada di bawah jembatan dan di samping rel kereta api di kota Solo.

Dengan ramahnya langsung mempersilahkan hariankota.com masuk ke ruangan kedai kopi yang berada di ruangan lantai bawah. Sayup-sayup terdengar alunan musik dari organ tunggal yang mendendangkan lagu-lagu nostalgia.

Beberapa pengunjung yang sudah berumur terlihat santai menikmati alunan musik lembut ditemani secangkir kopi dan sepiring makanan ringan.

Sesekali terdengar suara laju kereta api dan itu menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung yang rata-rata berusia diatas 45 tahun. Nuansanya akan terasa berbeda di bandingkan pengunjung yang lainnya.

Kedai Kopi 'Delanos', sepintas orang akan mengira itu adalah nama latin, namun menurut pemiliknya Aziz Nugroho, DE LANOS merupakan kepanjangan dari Dendang Lagu Nostalgia.

Sesuai namanya, kedai kopi DE LANOS ini menyediakan menu andalan yaitu kopi robusta terbaik. Dan jawaranya adalah kopi Aceh. Owner Kedai Kopi DE LANOS, Aziz Nugroho, menyampaikan pertama kali mendirikan kedai kopi karena keinginannya mencari rasa kopi yang sesungguhnya.

Kebanyakan kopi yang dijual di wedangan adalah kopi kemasan (sachet) sehingga rasanya sangat jauh berbeda dengan rasa kopi yang sesungguhnya. "Saya pingin rasa kopi yang fresh, dan saya ingin konsep wedangan dengan kopi sebagai brandnya," papar  Zainal.

Untuk lebih mengenalkan pada masyarakat bagaima cara menyeduh dan menikmati kopi yang benar adalah dengan proses pembuatan dari awal, dimulai dari biji kopi yang sudah di sangrai dan digiling di depan customer.

"Kita bikin kopinya secara terbuka, biji kopi di giling atau di gerus dan diseduh langsung dalam kondisi segar. Tak jarang para penikmat kopi justru meracik dan membuat kopinya sendiri di sini," jelas Aziz kepada hariankota.com belum lama ini.

Ada 10 jenis kopi pilihan yang siap dinikmati para pengunjung. Mulai dari kopi asal Sumatra hingga dari Bali termasuk juga menyediakan kopi luwak asli dari proses alami. Pengunjung bisa memilih sendiri jenis kopi yang ingin dinikmatinya, dihaluskan dan di seduh langsung.

"Harganya dijual mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu untuk tiap cangkirnya," lanjut Aziz. (mg1/rahayu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya