Rekomendasi

Pengisian Perangkat Desa: Sisahkan Persoalan, Pelantikan Kadus Ditunda

Selasa, 29 Agustus 2017 : 18.37
KARANGANYAR - Pengisian perangkat desa untuk mengisi kekosongan kepala dusun (Kadus) Jetis, Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, menyisahkan persoalan.

Para peserta seleksi mendesak agar dilakukan seleksi ulang karena ada kejanggalan. Akibatnya, pelantikan terhadap Kadus terpilih, ditunda, sambil menunggu evaluasi dari pemkab Karanganyar.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, Pemdes Suruh Kalang melakukan seleksi untuk mengisi jabatan Kadus Jetis yang kosong, karena pejabat lama memasuki masa pensiun.

Untuk mengisi jabatan tersebut, Pemdes Suruh Kalang melaksanakan ujian tertulis dan wawancara, dengan menggandeng pihak ketiga, Kamis (10/8/2017) lalu. Dalam seleksi tersebut, ada 5 calon yang mengikuti ujian tertulis, yakni, Andi, Waluyo, Agus Wijayanto, Sularto dan Dian Sulistyorini.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan, kelima peserta dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti tahapan selanjutnya, berupa test wawancara. Persoalan muncul, ketika kepala desa Eko Budi meminta tiga peserta untuk berpidato.

Saat giliran Andi pidato, ia diketahui membawa contekan. Inilah yang dipersoalkan peserta lain. Karena merasa tidak terima, empat peserta kemudian melaporkan persoalan ini ke Pemkab Karanganyar agar dilakukan seleksi ulang.

"Kami minta agar dilakukan seleksi ulang," ujar saah satu pelapor.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, kepala desa Suruh Kalang, Eko budi Prasetyo mengatakan, dalam proses seleksi Kadus, telah sesuai dengan prosedur yang ada. Eko membantah ada kecurangan.

"Tidak ada kecurangan. Semua berjalan sesuai dengan aturan yang ada," kata dia, Selasa (29/8/2017). Dari hasil test wawancara tersebut, lanjutnya, dari total nilai komulatif antara nilai ujian tertulis dan test wawancara, nilai tertinggi diraih Andi.

"Kelima peserta kami ajukan kepada camat Jaten untuk minta rekomendasi siapa yang akan diangkat menjadi Kadus Jetis. Camat jaten kemudian merekomendasikan Andi untuk dilantik sebagai Kadus Jetis," jelasnya.

Terkait dengan pidato saat seleksi wawancara, Eko mengaku jika hal itu merupakan keinginannya. Eko beralasan, sebagai calon Kadus, harus bisa berpidato di depan umum.

"Ada tiga peserta dengan nilai tertinggi yang saya minta untuk pidato untuk menguji keberanian mereka bicara di depan umum. Pidato ini bukan materi, tapi sifatnya tambahan," tandasnya. (Isw/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya