Rekomendasi

Sidang Lanjutaan Kasus UII: Terdakwa Tolak Sebagian BAP

Kamis, 31 Agustus 2017 : 19.11
KARANGANYAR - Dua terdakwa kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII XXXVII, M Wahyudi dan Angga Septiawan, menolak sebagian berkas acara pemeriksaan (BAP) dari tim penyidik Polres Karanganyar.

“Saya menolak sebagian BAP dari penyidik. Pernyataan yang benar adalah pernyataan saya di depan sidang pengadilan,” kata Angga Septiawan, dalam sidang lanjutan yang di gelar di Pengadilan Negeri Karanganyar, Kamis (31/8/2017).

Hal yang sama juga dikatakan M Wahyudi. Sebagian BAP dia tolak, termasuk keterangan saksi yang menyebutkan terjadi pemukulan dan penganiayaan. “Penolakan tersebut, terutama pada saat kami berdua tidak didampingi oleh kuasa hukum,” ujarnya.

Sementara itu, ketua majelis hakim, Mujiono kepda kedua terdakwa menanyakan terkait SOP selama Diksar dilaksanakan. Dalam SOP tersebut, menurut keteua majelis hakim, selama pelaksanaan Diksar, tidak diperbolehkan ada sentuhan fisik.

“Saudara terdakwa kan menegetahui, jika dalam SOP tidak diperkenankan adanya sentuhan fisik. Kenapa suadara terdakwa melakukannya sampai melampaui batas,” tanya majelis hakim.

Menanggapi pertanyaan majelis hakim tersebut, kedua terdakwa mengaku salah. Namun kedua terdakwa hanya bermaksud mendidik peserta menjadi disiplin dan bergerak lebih cepat.

“Saya mengaku salah. Namun kami tidak ada niatan untuk membunuh,” ujar Wahyudi, salah satu terdakwa.

Sementara itu, Achiel suyanto, kuasa hukum kedua terdakwa mempersoalkan barang bukti yang diajukan di persidangan. Menurut Achiel, barang bukti yang diajukan, bukan barang bukti yang sebenarnya, hanya mirip barang bukti.

“Dalam sidang ini kedua terdakwa juga tidak mengakui barang bukti. Hanya yang mirip barang bukti saja yang diajukan,” tegasnya. Menurut Achiel, masih banyak kejanggalan yang mereka temukan dalam kasus ini, mulai dari proses penyidikan hingga ke persidanagan.

"Nanti akan kami sampaikan dalam pembelaan kami,” tandasnya. Sementara itu, ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) Tony Wibisono menegaskan, penolakan terhadap BAP, itu merupakan hak terdakwa.

“Silahkan saja. Itu hak terdakwa. Biar majelis hakim yang menilai.Kita lihat saja nanti,” terangnya.

Sidang yang mulai dilaksanakan mulai pukul 11.00 Wib tersebut, baru berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis (07/9/2017) dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum. (Isw/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya