Rekomendasi

Diduga Korban Jaringan MLM Qnet, Puluhan Tenaga Kerja Terlantar di Rumah Kontrakan

Minggu, 10 September 2017 : 22.07
SUKOHARJO -  Diduga korban tipu daya jaringan pemasaran Multi Level Marketing (MLM) Qnet, puluhan pemuda calon tenaga kerja yang datang dari berbagai daerah terlantar disebuah rumah kontrakan di Dukuh Ngebrak Badongan, Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Informasi dilapangan, Minggu (10/9/2017) para pemuda ini saat ditanya warga menunggu realisasi penempatan kerja yang dijanjikan tiga orang leader Qnet yang merekrutnya.

Dari keterangan salah satu korban, Suryana (19) asal Kabupaten Cilacap mengaku sudah seminggu tinggal di tempat itu, yang diawal dikatakan para pelaku rekrutmen sebagai penampungan sementara sebelum penempatan kerja.

"Kerjaannya nggak jelas, hanya disuruh membaca buku tata cara pemasaran. Diluar itu tidak ada kegiatan," ungkapnya.

Respon warga yang diluar dugaan mengakibatkan salah satu leader Qnet bernama Bambang (19) jadi bulan-bulanan amuk warga saat hendak diminta pertanggungjawabannya.

Saat itu, Bambang didatangi puluhan warga di tempat kosnya yang tak jauh dari rumah kontrakan tempat penampungan puluhan calon tenaga kerja hasil rekrutmennya.

Dia mencoba kabur namun akhirnya babak belur dihajar warga yang sudah terbakar emosi. Bambang sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif akibat luka-lukanya.

Salah satu warga yang membawa ke rumah sakit, Eko (30) menuturkan, kejadian amuk warga bermula saat mereka mendapat informasi dari salah satu calon tenaga kerja hasil rekrutman yang ditempatkan di rumah kontrakan.

"Infonya, para calon tenaga kerja ini, sejak beberapa hari terakhir bersama 14 orang lainnya, dijanjikan bekerja pada sebuah perusahaan. Namun setelah beberapa hari tinggal di rumah kontrakan, nampaknya realisasi pekerjaan yang dijanjikan makin jauh dari kenyataan," katanya.

Mereka baru tahu tujuan sebenarnya rekrutmen adalah pemasaran jaringan agen Qnet dengan terlebih dulu diminta menyetor sejumlah uang kemudian berjualan beragam barang dengan sistem yang biasa dikenal UGD (Utang, Gadai, Dol /Jual).

Saat ini kasusnya sudah ditangani kepolisian Sektor Baki, Polres Sukoharjo. Puluhan korban yang semuanya berasal dari luar kota Sukoharjo ini langsung dibawa ke kantor Polisi untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

Dan hasilnya, Kapolsek Baki, Polres Sukoharjo, AKP Poniman saat dikonfirmasi terkait dugaan penyekapan dan tipu daya rekrutmen calon tenaga kerja pemasaran Qnet menyampaikan, bahwa kejadian tersebut lebih dikarenakan adanya kesalahpahaman.

"Pemuda-pemuda itu datang dari daerah yang sama, mereka menjalankan bisnis MLM Qnet. Yang terjadi bukan pemaksaan atau penyekapan," pungkasnya. (sapto/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya