Rekomendasi

Dua Hewan Kurban Terinfeksi Cacing Hati di Buleleng

Sabtu, 02 September 2017 : 16.10
SINGARAJA - Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menemukan ada dua hewan kurban yang terinfeksi cacing hati namun sudah diisolasi sehingga dagingnya masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, drh. Wayan Susila mengungkapkan, sebelum dipotong semua hewan kurban sudah melewati tahap pemeriksaan.

Baik Antemorthem (sebelum disemblih) pada fisiknya, maupun postmorthem (setelah disemblih) pada bagian dagingnya.

"Kondisi hewan kurban semuanya sehat. Tidak ada masalah. Umat muslim sudah paham betul kondisi hewan yang sehat seperti apa, apalagi untuk kurban, sudah pasti yang terbaik," tandasnya, Sabtu (2/9/2017).

Hanya saja, pihaknya sempat menemukan ada dua ekor sapi kurban yang terinfeksi cacing hati yang digelar sebuah masjid di Singaraja. "Tapi sudah di afkir atau diisolasi, hatinya saja yang dibuang, dagingnya masih bisa dikonsumsi," ujar drh Susila dihubungi wartawan lewat telefone.

Selama Hari raya Idul Adha ini, pihaknya menerjunkan 24 orang untuk mengecek kondisi kesehatan hewan kurban. Mereka diterjunkan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng terutama pada masjid-masjid yang menggelar pemotongan hewan kurban.

Sementara itu, pelaksanaan Idul Adha dilanjutkan pemotongan hewan kurban di Buleleng berjalan dengan lancar. Salah satunya di Masjid Mujahidin Lingkungan Jalak Putih, Lingkungan Banyuasri, Singaraja yang memotong 8 ekor sapi dan 13 ekor Kambing.

Dalam pemotongan hewan kurban melibatkan 8 orang jagal dan ratusan relawan diterjunkan untuk menyemblih 8 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Bahkan membutuhkan waktu hingga 5 jam agar daging hewan kurban tersebut sudah bisa didistribusikan ke warga.

Ketua panitia pemotongan hewan kurban, Agus Mustaqin jumlah hewan kurban yang dipotong di Masjid Al Mujahidin pada Idul Adha tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Jika tahun lalu panitia menyemblih sebanyak 15 ekor Sapi dan 9 ekor kambing.

"Jumlahnya tahun ini mengalami penurunan, hampir setengahnya. Tapi karena jumlah berkurang, akhirnya volume juga kami kurangi saat distribusi. Tahun kemarin per orang bisa mendapat 1 kg daging sapi. Tapi sekarang hanya ¾ kg saja," ujar Agus.

Tiap ekor sapi kurban bisa dibagi menjadi 125 bungkus daging. Sedangkan satu ekor kambing estimasinya dibagi menjadi 20 bungkus.

"Daging ini kami akan distribusikan di seputaran Jalak Putih itu totalnya 500 bungkus, sisanya bisa didistribusikan ke wilayah banjar dan Gerokgak, sesuai dengan permintaan," imbuh Agus. (ida bagus/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya