Rekomendasi

Edarkan Uang Palsu, Kakak Adik Ini Mewek Saat Ditangkap Petugas

Selasa, 05 September 2017 : 02.30
TANGERANG - Gara-gara mengedarkan uang palsu (upal) di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, DS (37) dan  LT (24) warga Pesisir barat Lampung ditangkap tim Resmob Polsek Cisoka, Senin (4/9/2017).

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan warga masyarakat, bahwa kedua tersangka ini sering membelanjakan uang palsu ke warung-warung di sekitaran cisoka. Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dengan mengidentifikasi ciri-ciri tersangka.

Setelah itu, petugas berhasil menangkap DS (37) dan  LT (24) yang merupakan kakak beradik tersebut.

Saat dilakukan penangkapan DS dan LT tidak berkutik, keduanya ditangkap usai membeli dua bungkus rokok menggunakan uang palsu, di warung milik salah satu warga masyarakat Kampung Solear, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Dari hasil penggeledahan terhadap para tersangka, diamankan 29 lembar upal pecahan Rp 50.000, uang rupiah asli sebesar Rp 350.000, 1 (satu) pucuk senjata Api jenis Soft Gun Revlover lengkap dengan 6 (enam) butir peluru dan 2 (dua) bungkus rokok hasil dari belanja pelaku dengan menggunakan uang rupiah palsu.

Kapolsek Cisoka AKP Sri Raharja menyatakan, pengungkapan kasus peredaran uang palsu ini terungkap setelah adanya laporan dari warga. Sehubungan laporan itu, tim Resmob langsung bergerak cepat.

"Tersangka sudah kami pantau sejak lama dan dalam setiap aksinya mereka selalu mebawa senjata soft gun jenis revlover," katanya, Senin (4/9/2017).

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif kepada pelaku di Mapolsek Cisoka. Itu dilakukan untuk mengembangkan kasus, terlebih menurut pengakuan pelaku, uang palsu (upal) tersebut, didapatkan dari seseorang yang tinggal di luar wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kasusnya masih kami kembangkan, kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang masuk jaringan kedua tersangka," pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 36 ayat 3 Jo pasal 26 ayat 3 UU RI No. 07 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan Pasal 1 Ayat 2 UU Darurat No. 12 Tahun 1951. Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu LT tidak berhenti menangis dan memohon kepada petugas kepolisian agar melepaskan mereka. "Ampun pak polisi, saya tidak tahu kalau uang itu palsu, saya mendapat uang tersebut dari seseorang saat menukarkannya," katanya sambil menangis. (sly/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya