Rekomendasi

Geledah Pabrik, Balai Besar BPOM Jateng Amankan Ratusan Karton Bleng Mengandung Boraks

Jumat, 01 September 2017 : 21.30
SUKOHARJO - Pabrik Kembang Seruni, sebuah industri pembuat bahan makanan jenis "bleng" di jalan MT Haryono No 22, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo di geledah petugas Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah.

Penggeledahan yang di tindaklanjuti dengan penyitaan ratusan bleng siap jual yang sudah dikemas dalam ratusan karton itu didasari dugaan terdapat kandungan boraks, bahan pengawet yang dilarang digunakan dalam makanan.

Kapolsek Grogol, Polres Sukoharjo, AKP Dani Herlambang saat dihubungi hariankota.com, Jum'at (1/9/2017) membenarkan adanya penggeledahan terhadap sebuah pabrik produsen bleng oleh BPOM di wilayahnya.

"Polsek Grogol sekira pukul 20.00 WIB menerima informasi adanya kegiatan pemeriksaan oleh Tim BBPOM dari Semarang di pabrik produsen bleng tersebut," katanya

Dikalangan industri makanan tradisional, bleng merupakan bahan campuran pembuatan makanan ringan jenis krupuk berbahan dasar beras, dalam bahasa jawa biasa disebut "karak", terkadang juga untuk campuran pembuatan mie dan bakso agar teksturnya kenyal dan adonannya mengembang.

Menurut penjelasan Kapolsek, penggeledahan dilakukan, Kamis (31/8/2017) kemaren dan berlangsung dari pagi hingga tengah malam. Selain mengamankan ratusan bleng siap jual dengan berbagai merk, petugas BPOM juga menyita 2 sak boraks.

Informasi yang diperoleh, pabrik milik Yuli Rositawati (62) warga Perumahan Grogol Indah, jalan Sadewa nomor M 14, RT 02 / RW 15 Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo ini, telah beroperasi selama 12 tahun.

Dihadapan petugas dia mengaku terpaksa mencampur bleng produksinya dengan boraks lantaran tuntutan pasar dan persaingan dagang dengan industri sejenis.

Salah satu petugas BPOM yang enggan disebut namanya mengatakan, pemilik pabrik mengakui terpaksa mencampur bleng produksinya dengan boraks dengan alasan dipasaran konsumen tidak mau membeli jika tanpa campuran boraks.

"Dia mengaku kalau sudah melakukan (menggunakan boraks) selama beberapa tahun terakhir," kata petugas BPOM.

Dari ratusan karton bleng yang diamankan, terdiri 5 merk dagang produksi Kembang Seruni yakni merk, Bagong, Jempol, Kuning, Bunga Seruni Putih dan Bunga Seruni Kuning.

Adapun daerah pemasarannya, oleh pemilik pabrik disebutkan selain sekitar Solo juga sampai Jogja hingga Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini, ratusan bleng yang diamankan BPOM diangkut menggunakan truk untuk sementara waktu dititipkan di Mapolsek Grogol sembari menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan kandungan boraks dalam bleng.

Meski begitu, pabrik tetap dibiarkan berproduksi dengan syarat tidak boleh menggunakan boraks dalam produksinya. (Sapto/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya