Rekomendasi

Kasihan! Terkendala SPPT, Petani Sukoharjo Belum Merasakan Manfaat Kartu Tani

Selasa, 12 September 2017 : 15.58
SUKOHARJO - Memasuki musim tanam ke tiga, hingga kini distribusi Kartu Tani program Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Sukoharjo yang bertujuan menjamin ketersediaan pupuk saat musim tanam belum terealisasi, padahal proses pendataan sudah selesai.

Menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Agung, Sri Waras Santosa, sebagian besar petani dalam kelompoknya terkendala dalam memenuhi salah satu persyaratan yang diwajibkan yakni melampirkan bukti Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) pemilik lahan.

"Kesulitannya, harus melampirkan SPPT pemilik lahan, padahal rata-rata petani disini adalah penggarap atau hanya menyewa lahan," ungkapnya saat di temui di sela syukuran panen raya musim tanam ke dua di Desa Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (12/9/2017).

Banyaknya pemilik lahan yang bermukim diluar kota di akui Waras menjadi hambatan para petani penggarap atau penyewa lahan dalam memenuhi persyaratan memiliki Kartu Tani.

Mereka kerepotan menghubungi pemilik lahan khususnya yang tinggal di luar Sukoharjo. Diketahui persyaratan untuk pembuatan Kartu Tani antara lain, Foto copy KTP, SPPT Pajak (pemilik lahan), dan Buku Rekening BRI.

Meski tak menampik manfaat jika memiliki Kartu Tani, namun Waras juga berharap agar di setiap musim tanam tiba, penyaluran pupuk tidak terlambat. "Selama ini, setiap musim tanam, turunnya pupuk dari penyalur agak terlambat," ungkapnya.

Terkait hambatan pemenuhan syarat kepemilikan Kartu Tani tersebut, petugas Penyuluh Petani Lapangan (PPL) Kecamatan Sukoharjo Kota, Triyono, menyebutkan permasalahan itu sebenarnya bisa di carikan jalan tengah, yakni melalui data bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pemilik lahan di Kelurahan atau Kantor Desa.

Hanya saja harus ada survey lahan terlebih dulu untuk melihat kesesuaian luas lahan dengan data PBB yang ada di Kelurahan atau kantor Desa.

"Meski sedikit repot, tapi cara itu bisa digunakan untuk melengkapi syarat kepemilikan Kartu Tani. Saat ini memang belum terealisasi namun proses pendataannya sudah selesai," ujarnya

Sementara, Camat Sukoharjo, Gondang Redjono pada kesempatan hadir dalam syukuran panen raya tersebut mengatakan, pihaknya ikut merasa senang karena hasil panen kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya. ‎Dalam satu meter petani bisa menjual gabah di kisaran harga Rp 4 ribu

"Tentu hal ini menjadi kebanggaan kita bersama bahwa hasil panen sesuai dengan harapan dan sebisa mungkin dipertahankan agar petani sejahtera," pungkasnya. (Sapto/akbar)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya