Rekomendasi

Masih Ragu, Sebagian Ponpes Belum Mendapat Sosialisasi Program Imunisasi Campak Rubella

Selasa, 05 September 2017 : 20.54
SUKOHARJO - Salah satu perwakilan dari kalangan pesantren, Kusnandar, pengasuh Ponpes Darul Hijroh dari Dukuh Canden, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo mengungkapkan terkait program Imunisasi Campak dan Rubella (MR) yang sudah berjalan pada tahap pertama di Sukoharjo.

Para santri di Ponpesnya sama sekali belum ada yang di imunisasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo.

"Selain kami masih meragukan (halal atau haram), dari pemerintah juga belum pernah melakukan sosialisasi atau melayangkan surat pemberitahuan pelaksanaan progran imunisasi campak ini," ungkapnya saat ditemui usai menghadiri pertemuan evaluasi kegiatan imunisasi MR tahap pertama di komplek Sekda Sukoharjo, Selasa (5/9/2017)

Kusnandar berharap, sebelum pelaksanaan pada tahap berikutnya pihaknya meminta di dahului sosialisasi dengan ada pendampingan dari pihak yang berkompeten di bidang permasalahan hala dan haramnya vaksin.

Selama ini, kalangan ponpes banyak mendapat informasi dari media sosial yang intinya masih meragukan kehalalan vaksin tersebut.

Wakil Ketua Bidang Fatwa MUI Sukoharjo, Guntur Subiyantoro menanggapi keraguan kalangan Ponpes tersebut menyatakan siap turun kelapangan untuk membantu DKK Sukoharjo dalam mensukseskan pelaksanaan program imunisasi MR di Kota Makmur.

"Kami akan dengan senang hati jika diminta untuk mendampingi dalam sosialisasi di lingkungan Ponpes," ujarnya

Sementara, Kepala DKK Sukoharjo, Nasrudin menyampaikan dalam evaluasi kegiatan Imunisasi MR tahap pertama di Sukoharjo telah mencapai 74 persen dari target yang dicanangkan sekira 95 persen atau sekira 194.ribu anak.

Dia optimis jika target tersebut bisa tercapai pada periode kedua di bulan September mendatang. Nasrudin tak menampik jika dalam pelaksanaannya ada beberapa penolakan khusunya di lingkungan pesantren.

Namun jumlah tersebut tidak lebih dari 1 persen. Meski demikian, DKK Sukoharjo tetap akan melakukan sosialisasi bersama dengan MUI agar semua anak mendapatkan imunisasi MR.

"Ya tentunya kami harapkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya program ini (imunisasi). Ini kan program nasional, jadi semua daerah diminta melaksanakan. Kendala yang ada di lingkungan pesantren itu menyangkut ijin dari orang tua, dimana tempat tinggalnya di luar kota," katanya

Dalam pertemuan evaluasi kegiatan imunisasi MR yang dihadiri semua stake holder dan lintas sektoral ini, DKK juga mendatangkan pejabat MUI yang membidangi fatwa, pejabat Kementrian Agama Wilayah Kabupaten Sukoharjo, perwakilan ponpes dan perwakilan kepala sekolah se-Sukoharjo.

Seperti diketahui, program imunisasi MR bertujuan melengkapi imunisasi dasar lengkap dan mengurangi angka penyakit dan kematian anak akibat terinfeksi virus campak.

Imunisasi MR juga dimaksudkan melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan infeksi rubella saat kehamilan. (Sapto/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya