Rekomendasi

Massa Nekat Gelar Aksi Rohingya di Candi Borobudur, Ini Sikap Kapolda

Senin, 04 September 2017 : 20.57
SEMARANG - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono melarang massa menggelar aksi Rohingya di Candi Borobudur.

Larangan ini dikeluarkan dikarenakan Candi Borobudur adalah tempat ibadah dan ritual dari umat Budha, sehingga keberadaannya sangat dilindungi oleh Negara. Candi Borobudur juga merupakan situs yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO sehingga menjadi obyek vital yang harus dijaga.

"Kami tidak memberikan izin.Polda Jawa Tengah melarang massa menggelar aksi Rohingya di Borobudur," papar Condro pada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/9/2017).

Menurut Condro, Candi Borobudur tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Myanmar sehingga tidak relevan jika solidaritas Rohingya dilakukan di candi tersebut.

"Kami khawatir aksi tersebut justru mengganggu ketertiban umum dan mendapat reaksi penolakan dari masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya dengan mencari nafkah di kawasan Candi Borobudur," terangnya.

Untuk itu, Polda tidak akan main-main bila ada sekelompok massa yang tetap nekat menggelar aksi di Candi Borobudur. Meski begitu, Condro mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya, namun tidak diarea Candi Borobudur.

"Silahkan sampaikan aspirasi terkait Rohingya. Tapi jangan di candi Borobudur," pungkasnya. (Nugi/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya