Rekomendasi

Menpora Lepas Pasukan Merah Putih Asean Paragames Kualalumpur di Solo

Selasa, 12 September 2017 : 23.12
SOLO - Pelepasan kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asean Paragames 2017 yang ke IX akan berlaga di Malaysia, 17-23 Agustus, diawali dengan pengukuhan dilanjutkan dengan pelepasan atlet yang akan berjuang di pimpin langsung oleh Menteri Olah Raga Imam Nachrawi di Hotel Lor In, Selasa (12/9/2017).

Dalam sambutannya, Menpora berharap agar para atlet yang akan bertanding bisa memberikan hasil kemenangan yang maksimal. Dan sudah selayaknya doa dan juga dukungan diberikan pada kontingen Merah Putih ini.

Kontingen Merah Putih ini berjumlah 196 atlet, 53 pelatih dan 19 pendamping akan berangkat ke Kuala Lumpur melalui Bandara Adi Soemarmo, Rabu (13/9/2017) siang.

Para atlet yang bertanding akan mengikuti 11 cabang olah raga seperti atletik, renang, juga panahan juga cabang olahraga catur.

"Kita berharap agar kontingen Merah Putih, kontingen Garuda yang akan berlaga dan berjuang membawa nama harum bangsa di kancah Asean Paragames 2017," jelas Imam, di Solo Jawa Tengah.

Imam juga menegaskan pihaknya juga memastikan pesan dari Presiden Jokowi agar semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan para atlet yang akan berjuang demi bangsa Indonesia.

"Presiden sudah mewanti-wanti agar semua tersedia dengan baik dengan sempurna. Dengan begitu semau target bisa terpenuhi," tutur Imam Nachrawi.

Imam Nachrawi juga tegaskan, peluang yang ada di depan mata harus dimanfaatkan berdasarkan catatan prestasi yang di raih atlet Indonesia di event Asean Paragames sebelumnya pihaknya yakin dengan semangat tempur para atlet mampu meraih juara umum.

"Karena tekat kuat, bulatkan tekat ini akan menjadi pintu masuk kita dalam Asean Paragames tahun 2018 mendatang. Perolehan di sini (Malaysia) bukan akhir prestasi kita. Namun kesuksesan menuju ASEAN Paragames di Palembang mendatang," tuturnya.

Sementara itu mengantisipasi bentuk kecurangan yang dikhawatirkan bisa terjadi, dirinya sudah meminta pada National Paralympic Committee (NPC) untuk mencatat, memproses dan memprotes apa yang dirasakan, dilihat dan yang terjadi bilamana ditemukan kecurangan ketidakadilan dan ketidaksportifan saat juri maupun wasit memimpin pertandingan.

"Catat dengan baik dan lakukan protes secepatnya," pesan Imam. (mg1/Kertiyasa)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya