Rekomendasi

Merasa Ditipu, Menantu Mantan Kapolda Laporkan Pengusaha Karanganyar

Selasa, 05 September 2017 : 20.44
KARANGANYAR - Menantu mantan Kapolda Metro Jaya, melaporkan salah satu pengusaha asal Karanganyar yang berinisial WJ ke Polsek Ngargoyoso, karena diduga melakukan penipuan terhadap Sutrisno, Presiden Direktur (Presdir) PT Flash EI yang juga menantu mantan Kapolda Metro Jaya, DIY dan Jatim, Irjen (purn) Untung S Rajab itu mengalami kerugian hampir Rp 350 juta lebih.

Hanya saja, laporan dugaan penipuan tersebut, dilakukan oleh Sunarto (38), asal Dukuh Glagah RT 5/2, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen ke Polsek Ngargoyoso, Senin (4/9/2017).

Karyawan PT Flash EI Wilayah Jateng itu kemarin melapor secara resmi dan ditemui langsung Kapolsek Ngargoyoso, AKP Apin Sunu Setyohadi.

Informasi yang dihimpun hariankta.com, WJ pengusaha asal Dukuh Candi, Ngargoyoso itu dilaporkan karena dugaan penipuan perizinan pengelolaan usaha tambang pasir Galian C miliknya yang berada di Dukuh Candi RT 2/4, Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso.

Ternyata, izin penambangan lahan dengan luas 5 hektare yang dialihkan kepada menantu mantan Kapolda itu dengan nilai kontrak Rp 250 juta itu ternyata telah habis masa kontraknya.

Pada saat pengalihan galian tambang tersebut, harga yang disepakati senilai Rp 250 juta ditambah beberapa kompensasi lain yang dituangkan dalam surat perjanjian yang dibuat kedua belah pihak tanggal 24 Mei 2017.

Namun setelah uang Rp 250 juta diserahkan ke terlapor, ternyata baru ketahuan jika izin pengelolaan tambang itu sudah habis.

“Kami sempat meminta dokumen asli, namun terlapor mengatakan, jika yang asli masih disimpan salah satu anaknya. Pada saat penyerahan, masa berlakunya tertera sampai Februari 2018. Saat itu, pimpinan kami terlanjur percaya,” ujar Sunarto.

Permasalah timbul ketika seluruh persiapan penggalian dilakukan. Pada semua persiapan pembuatan jalan untuk armada pengangkut material hingga alat berat (backhoe) didatangkan, mendadak lokasi penambangan itu didatangi Tim Balai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng).

“Saat akan dimulai penambangan, Tim ESDM datang ke lokasi dan menyatakan, bahwa uang jaminan sudah diambil terlapor dan tambang dinyatakan illegal,” ujarnya.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, melalui Kapolsek Ngargoyoso, AKP Apin Sunu Setyohadi menuturkan, akan mendalami laporan tersebut. Menurut Kapolsek, dua dari tiga lokasi penambangan yang dikelola terlapor memang izinnya sudah mati.

“Laporan kita terima dan akan kita falami, apakah memenuhi unsure pidana atau tidak,” jelasnya. (Isw/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya