Rekomendasi

Pemberlakuan Permendag Nomor 57, Pengusaha Penggilingan Padi Terancam Gulung Tikar

Selasa, 12 September 2017 : 23.09
SUKOHARJO - Belum lama di berlakukan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras telah menuai keluhan sejumlah pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Sukoharjo.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi mendorong penyerapan gabah hasil panen petani di komplek kantor Sekda Pemkab Sukoharjo, Selasa (12/9/2017).

Sejumlah aturan yang terdapat dalam Permendag yang berlaku sejak 1 September 2017 lalu itu dinilai masih rancu, misalnya tentang penetapan harga beras Medium dan Premium.

Para pengusaha mempertanyakan parameter yang dijadikan acuan membedakan kualitas beras Medium dan Premium.

"Saya sendiri masih belum mengerti dengan jelas perbedaan kedua jenis beras tersebut. Klasifikasinya seperti apa masyarakat juga masih banyak yang belum tahu juga," kata Totok Sugiharto, salah satu pengusaha penggilingan padi yang hadir dalam acara tersebut.

Terkait HET yang ditetapkan menurutnya masih membinggungkan, lantaran tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Dia khawatir aturan itu akan berdampak pada pengusaha penggilingan padi tidak berani membeli gabah atau beras di atas HET yang telah ditetapkan.

"Harusnya HET itu juga memperhatikan kondisi dilapangan. Kami sebagai pengusaha juga kebingungan bahkan ada yang tidak berani membeli," ungkapnya

Saat ini, kata Totok, sekira 40 persen usaha penggilingan padi di Kota Makmur gulung tikar karena berbagai faktor, salah satunya adanya aturan yang tidak menguntungkan sejumlah pengusaha.

Sedangkan usaha penggilingan padi yang masih bertahan, selain menggiling padi, mereka juga membeli gabah untuk kemudian diolah menjadi beras lantas di jual kembali ke distributor atau pedagang.

Sementara menanggapi keluhan tersebut, Kepala Seksi Analisys Harga dan Pasar Bulog, Doni Kuswardono menyampaikan, nantinya kekhawatiran para pengusaha akan di akomodir dengan di jadikan mitra Bulog guna memperluas serapan gabah dari petani.

"Kami akan dorong para pengusaha penggilingan padi bermitra dengan Bulog," katanya.

Dalam rapat koordinasi yang di selenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo ini, juga hadir Kepala Dinas Pertanian Sukoharjo, Netty Harjianti, Komandan Kodim 0726, Letkol Inf Taufan Widiantoro yang di wakili Pasiter Lettu Inf Mardiyanto dan perwakilan dari stake holder terkait.

Sebagai informasi, dalam Permendag tentang HET beras ditetapkan berdasarkan kategori dan zonasi, yakni, untuk wialyah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, beras Medium Rp 9.450/kg dan Premium Rp 12.800/kg, kemudian wilayah Sumatera lainnya, Medium Rp 9.950/kg dan Premium Rp 13.800/kg.

Sedangkan untuk Bali dan NTB, beras Medium Rp 9.450/kg dan Premium Rp 12.800/kg; NTT, Medium Rp 9500, Premium Rp 13.300/kg; Sulawesi, Medium Rp 9.450, Premium Rp 1.800/kg ; Kalimantan, Medium Rp 9.950/kg, Premium Rp 13.300/kg, terakhir Maluku dan Papua, Medium Rp 10.250/kg, Premium Rp 13.600/kg. (Sapto/gus)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya