Rekomendasi

Ratusan Warga Solo Berebut Sepasang Gunungan Grebeg Besar Keraton

Sabtu, 02 September 2017 : 16.35
SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta menggelar upacara tradisional Hajat Dalem Grebeg Besar. Acara ini dilangsungkan hari ini bertepatan Idul Adha dan mendapatkan antusiasme warga Solo.

Tak hanya masyarakat dari dalam Kota Solo, warga luar Kota Solo pun pun berduyun-duyun tak mau ketinggalan memanfaatkan momen untuk memperebutkan sepasang gunungan Jaler (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan).

Ritual tahunan ini sendiri dipusatkan depan Keraton Kasunanan Surakarta dan bergerak menuju masjid Gede yang berjarak kurang lebih 200 meter.

Pantauan hariankota.com, sekira pukul 10.36, Gunungan Lanang yang terbuat dari sayuran dan hasil bumi lain yang dikawal sepuluh bregada (kesatuan pasukan) prajurit Keraton Kasunanan keluar.

Gunungan ini langsung dibawa ke Masjid Gede Keraton Surakarta untuk didoakan.

Setelah penghulu Masjid Gede Keraton memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa diberikan kesejahteraan dan keselamatan, Gunungan Lanang menjadi rebutan masyarakat yang sudah menunggu di luar masjid.

Dalam hitungan menit, seluruh hasil bumi yang disajikan dalam Gunungan Lanang ludes diperebutkan massa.

"Saya tertarik untuk ikut memperebutkan gunungan ini. Tadinya hanya untuk melihat saja,tapi saat melihat banyak orang yang berebutan,saya ikut-ikutan," jelas kata Dewi dan Apri, salah satu warga yang datang dari Kabupaten Klaten, Sabtu (2/9/2017).

Berbeda dengan Gunungan estri (perempuan) yang susah payah berhasil lolos dari serbuan warga yang sudah mengepung sepasang gunungan tersebut di masjid Gede Keraton.

Gunungan estri yang berisi rengginang ini tiba di halaman Keraton. Begitu tiba di depan Keraton, Gunungan ini langsung diserbu warga yang sudah menunggu kedatangannya.

Seperti halnya gunungan lanang (laki-laki) gunungan estri ini pun dalam waktu singkat ludes diserbu warga. Meski tidak mendapatkan rengginang dalam kondisi utuh, Supriani, salah satu warga Boyolali ini tetap mengumpulkan rengginang yang jatuh berserakan di jalanan.

Perempuan yang mengaku sudah 23 tahun selalu berebutan sesaji ini percaya adanya berkah bila mendapatkannya.

"Saya sudah 23 selalu ikut. Saya percaya kalau dapatkan sesaji keraton,ada keberkahaan. Ini nanti saya jadikan satu untuk pakan hewan peliharaan saya. Biar telor-telornya banyak," ungkapnya.

Tampak hadir, kerabat PB XIII, yakni KGPH Puger ikut mengawal gunungan ini hingga depan Keraton. Tak hanya kerabat keraton Surakarta para sentono (kerabat) Keraton lainnya juga ikut mengawal tradisi tahunan Keraton ini. (mg1/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya