Rekomendasi

Sedap! 1000 Daging Kurban di Sate Ramai-Ramai Di CFD

Minggu, 03 September 2017 : 18.43
SOLO - Aroma khas daging sapi tercium bersama kepulan asap arang di sekitar tungku di jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Dikerumunan itu, Wibowo (56) terlihat begitu bersemangat mengibasi tungku sate. Wibowo pun bergaya bagaikan penjual sate profesional. Tangannya terlihat sibuk membolak-balikan sate diatas tungku yang terus dia kibasi dengan kipas dari anyaman bambu.

Tak heran bila seringkali tangan pria asal Pasar Kliwon, Solo ini mengibasi asap yang menerpa wajahnya. Namun, kebahagiaan terpancar tak kala sate buatannya sudah matang. Sembari memegang beberapa tusuk sate yang dia panggang.

Widodo pun menawarkan pada pengunjung CFD lainnya. Wibowo yakin sate buatannya tak kalah dengan warung sate. Kendati sate buatannya itu gosong.

"Ini hasil jadinya seperti ini, kayak gosong, tapi sebetulnya tidak gosong, kalau tidak percaya silahkan dicicipi. Rasanya tidak kalah dengan warung sate," ujar Wibowo sambil mempromosikan sate hasil kibasannya pada warga masyarakat yang saat itu berada di kawasan Car Free Day, Minggu (3/9/2017).

Wibowo tak sendirian mengibasi sate, ada ratusan orang yang menikmati sensasi membakar ribuan tusuk sate di kawasan car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo yang digelar persis di depan bekas Halte jalan Slamet Riyadi.

Ratusan orang di kawasan Car Free Day ini ramai-ramai membakar sate yang merupakan daging kurban sumbangan dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.

Tak tanggung-tanggung, aksi bakar sate daging kambing dan kurban yang dikoordinir komunitas Republik Aeng-Aeng, ini sebanyak 1000 tusuk sate disajikan.

Ukuran tusuk satenya yang dibakar di atas tungku atau batang pohon pisang ini pun beragam. Ada ukuran dagingnya kecil, dan ada pula yang ukuran dagingnya terlalu besar.

Karena antusiasnya pengunjung CFD, 1.000 tusuk sate ludes disantap warga yang sudah lapar usai berjalan-jalan menikmati kawasan CFD.

Meskipun mereka harus rela berdesak-desakan demi menyantap sate yang mereka bakar sendiri. Yang tersisa hanya tulang dan jeroan hewan kurban. Termasuk 2 panci gulai yang juga disajikan, seluruhnya ludes disantap.

Penggagas aksi bakar sate bareng, Mayor Haristanto berharap acara ini bisa menjadi tali silaturahmi sekaligus aksi pemenuhan gizi bagi sesama. Pihaknya membebaskan warga membuat sate sebanyak-banyaknya.

"Ini cara kami menjaga solidaritas. Kami tak membedakan satu dengan yang lainnya. Yang penting semuannya dapat bersuka cita di hari raya ini. Dan ini merupakan kegiatan kami kedua kalinya," papar Haristanto.

Karena banyaknya daging kambing dan sapi yang disiapkan untuk di sate, Haristanto pun menyiapkan bumbu dalam jumlah banyak, termasuk arang.

"Untuk membakar semua sate, butuh 10 kilogram bumbu dan 20 kilogram arang," pungkasnya. (mg1/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya