Rekomendasi

Sidang Tragedi Mapala UII: Dituntut 8 Tahun, Dua Terdakwa Kaget

Kamis, 07 September 2017 : 17.33
KARANGANYAR - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut M Wahyudi dan Angga Septiawan, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penganiayaan dan tindak kekerasan selama pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII, selama 8 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Menurut JPU, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 351 ayat 1 dan 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sontak, atas tuntutan JPU ini, membuat terdakwa dan kuasa hukumnya kaget.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Mujiono tersebut, dalam tuntutannya, JPU mengatakan seluruh unsur yang ada dalam pasal 351 ayat 1 dan 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1, yang merupakan dakwaan alternative, telah memenuhi unsur pidana.

"Bahwa kedua terdakwa memberikan hukuman kepada peserta Diksar Mapala UII, di luar SOP yang ada. Hal ini mengakibatkan 3 peserta meninggal dunia dan sejumlah peserta lainnya mengalami luka.

Dengan demikian, unsur menyebabkan matinya orang lain telah terbukti secara hokum," kata Kepala Kejaksaan negeri Karanganyar, IDG Wirajana melalui Kasi Pidum, Tony Wibisono, Kamis (7/9/2017).

Hal-hal yang memberatkan kedua terdakwa, menurut Tony, perbuatan terdakwa menyebabkan korban meninggal dunia dan sejumlah peserta lain mengalami luka-luka.

Dalam memberikan hukuman, tidak sesuai dengan SOP serta kedua terdakwa dalam memberikan keterangan selalu berbelit-belit. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa masih muda dan belum pernah dihukum.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Prima Apriyana Ningtiyas, dari kantor Advokat Achiel Suyanto, mengaku terkejut dan menilai, tuntutan JPU tersebut sangat tidak realistis.

Meski demikian, pihaknya menghargai tuntutan jaksa dan akan mengajukan pledoi (pembelaan) dalam sidang yang akan datang.

"Tuntutan ini tidak realistis. Nanti akan kami sampaikan dalam pledoi, baik yang akan disampaikan oleh kedua terdakwa, maupun kami sebagai kuasa hukumnya," ujarnya. (Isw/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya