Rekomendasi

Titiek Puspa Bakal Turut Pecahkan Muri Tanam 250 Ribu Pohon

Kamis, 07 September 2017 : 08.49
YOGYAKARTA - Menanam berbagai jenis pohon pada lahan 50 hektar di Desa Bedoyo dan Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul bakal pecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Tak tanggung-tanggung, jumlah pohon yang akan ditanam pada 9 Desember 2017 nanti jumlah tidak sedikit, yakni 250.000 pohon. Penanam pohon bersama para petani itu juga bakal dihadiri artis lintas jaman, Titiek Puspa.

"Tanam pohon ini langkah nyata merealisasikan ajakan Presiden Joko Widodo untuk bersama-sama menghijaukan Indonesia," katanya usai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta.

Titiek sendiri menjadi duta penanaman pohon ini. Rencananya, Presiden Jokowi juga akan hadir saat pelaksanaannya. Rencana kedatangan Jokowi bisa saja berubah mengingat kepadatan jadwal presiden dalam menjalankan tugas negara.

"Dijadwalkan beliau (Presiden Jokowi,red) akan hadir saat penanaman. Kita lihat nanti bagaimana saat penanaman pohon," imbuhnya.

Titiek mengajak masyarakat untuk menanam pohon di lahan yang tersedia. Menurutnya, dengan banyak pohon yang hidup membuat udara sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, adanya pohon juga sangat membantu mengurangi pemanasan global yang terjadi.

"Makin banyak pohon, makin baik, banyak oksigen yang baik. Itu baik untuk anak cucu kita nanti. Ayo kita tanam pohon dan merawat pohon agar tumbuh subur," ajaknya. Terdapat empat jenis pohon yang ditanam, yakni jambu monyet, akasia, jati, dan kaliandra.

"Nanti petani yang merawat dan memanfaatkan pohon-pohon itu. Tak hanya petani, masyarakat luas juga akan mendapat manfaat dari penanaman pohon ini nantinya," imbuhnya.

Sementara Ketua Koperasi Produsen Anugrah Bumi Hijau (Koprabuh) Yohanes Cianes mengatakan salah satu alasan menanam di bulan Desember karena sudah masuk musim penghujan. Dengan begitu, pohon yang ditanam akan tumbuh dengan baik.

Pihaknya memilih area Ponjong karena kawasan itu merupakan lahan tandus dan belum pernah tersentuh program penghijauan. Dengan penanaman pohon ini diharapkan kawasan itu bisa berubah, meski tidak bisa instant.

"Pemecahan rekor Muri ini adalah untuk merealisasikan target jangka panjang Koprabuh yang akan menanam 3 juta pohon di 300.000 hektar lahan milik anggota," katanya.

Sementara khusus untuk Gunungkidul, penanaman pohon ini memiliki tujuan untuk peningkatan pendapatan petani (Jati), kebutuhan pakan ternak (Akasia dan Kaliandar) serta penanggulangan hama monyet ekor panjang (Jambu Monyet).

Selain ditanam di lahan datar, pihaknya juga akan menanam lahan-lahan kecil di sela-sela bebatuan pengunungan kapur. Dia mengaku tidak mudah untuk merawat pohon-pohon itu pasca tanam.

"Yang perlu dipikirkan ke depan adalah soal pengairan hingga hidup, ini yang ingin kita komunikasikan dengan Pemda Gunungkidul," tandasnya.

Terkait pengairan, Ketua Pelaksana Program Basuki Rohim menyatakan kedepan, pihaknya akan memanfaatkan air bawah tanah Goa Jomblang yang ada di kecamatan Semanu. Air yang mengalir dibawah bisa dinaikan ke atas dengan bantuan pompa air.

"Sistem pengairannya bisa menggunakan saluran irigasi yang memanfaatkan mesin penyedot atau tarikan gravitasi. Atau jika tidak nanti kita akan gunakan truk-truk penyuplai air ke tandon penampung air yang disebar," katanya. (dab/rahayu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya