Rekomendasi

22 Desa di Lereng Gunung Agung Masuk Zona Bahaya Erupsi

Kamis, 30 November 2017 : 11.30
JAKARTA - Rilis data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali, hingga Rabu (29/11/2017) sekira pukul 18.00 WITA tercatat ada 43.358 jiwa tersebar di 229 titik lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut sejak status gunung Agung kembali dinaikkan ke level tertinggi (awas) warga yang ada di 22 desa yang masuk dalam zona bahaya sejauh 8 hingga 10 kilometer dari kawah gunung harus mengungsi.

"Desa mereka masuk dalam kawasan rawan bencana dari aliran lava, awan panas juga material vulkanik termasuk hujan abu," jelas Sutopo dalam rilisnya.

Warga yang mengungsi ada di ratusan trik pengungsian yang sudah disediakan pemerintah maupun lokasi pengungsian mandiri yang disiapkan sendiri oleh warga.

Tersebar di Kabupaten Buleleng (5.992 jiwa), Klungkung (7.790 jiwa), Karangasem (22.738 jiwa), Bangli (864 jiwa), Tabanan ( 657 jiwa), Kota Denpasar ( 1.488 jiwa), Gianyar (2.968 jiwa), Badung (549 jiwa), dan Jembrana (312 jiwa).

"Pemkab Karangasem (Bupati) sudah menetapkan tanggap darurat bencana di Kabupaten Karangasem selama 14 terhitung mulai Senin (27/11/2017) hingga Minggu (10/12/2017)," jelas Sutopo lebih lanjut.

Penetapan status tanggap darurat bisa diperpanjang ataupun juga dipercepat tergantung kondisi yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu BNPB dan BPBD mempunyai kemudahan akses di bidang pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, dan sebagianya.

Termasuk menjadi motor penggerak penyelamatan, dan komando untuk memerintahkan instansi/lembaga terkait kebencanaan.

"Hal itu dilakukan karena penanganan bencana harus cepat dan tepat. Warga dihimbau untuk mengungsi dengan tertib dan tenang. Pemerintah memberikan bantuan di pengungsian sesuai dengan ketentuan yang ada," pungkas Sutopo. (junaidi)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya