Rekomendasi

Asik.. Bantuan Non Tunai Mulai Disalurkan Kemensos di Sukoharjo

Selasa, 28 November 2017 : 17.21
SUKOHARJO - Pemerintah secara konsisten terus menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai dari program Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang saat ini sudah memasuki tahap IV Tahun 2017.

Di Kabupaten Sukoharjo, sekira 150 warga secara simbolis hadir dalam penyerahan PKH non tunai tahap IV ini, yang dilaksanakan di Balai Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Selasa (28/11/2017)

Pada kesempatan tersebut Kepala Pusat Penyuluhan Sosial (Kapuspen) Kemensos RI, Tati Nugrahati hadir didampingi Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi dan perwakilan pejabat bank yang ditunjuk sebagai mitra penyaluran bantuan.

Sebagaimana diketahui penyaluran bantuan PKH non tunai kali ini dibagi dalam empat tahap menggunakan pola baru berupa layanan produk dan jasa perbankan dari sebelumnya diberikan tunai.

Untuk Kabupaten Sukoharjo, data penerima bantuan sebanyak 16.783 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dimana jumlah tersebut di tahun 2018 mendatang masih akan ditambah sebanyak 9255 KPM.

Sehingga jumlah penerima PKH di Kota Makmur menjadi 24409 KPM dengan total dana sebesar Rp 31,7 miliar.

Pada pola baru ini, penerima manfaat PKH mendapatkan buku tabungan sekaligus Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dimana di dalam kartu tersebut sudah berisi nominal sejumlah uang bantuan sosial dari Kementrian Sosial, atau dengan kata lain KKS tersebut berfungsi sebagai kartu Debit ATM bagi penerima PKH.

Secara simbolis, Wakil Bupati bersama Kapuspen Kemensos menyerahkan bantuan PKH Tahap IV 2017 dan bantuan berupa paket sembako kepada 10 KPM. Adapun jumlah paket sembako yang diberikan pada kesempatan itu sebanyak 350 paket.

Tak hanya itu, dari pihak bank mitra penyaluran PKH yakni BNI juga memberikan bantuan kepada 10 Siswa berprestasi berupa tabungan masing masing Rp 250 ribu.

Mewakili Menteri Sosial, Kapuspen Kemensos, menyampaikan pesan moril serta motivasi kepada para KPM agar memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah untuk menggapai cita cita.

Dia meminta agar KPM secara bijak menggunakan dana bantuan tersebut untuk keperluan-keperluan yang bermanfaat, seperti untuk biaya sekolah sehingga anak anak mereka terjamin pendidikannya

"Misalnya nanti, setelah sampai dirumah suami minta dibelikan rokok dengan uang bantuan PKH ini, jangan diladeni. Harus di tolak ya ibu-ibu," pinta Tati yang serempak di iyakan oleh penerima PKH yang hadir. (Sapto Nugroho/dwi indah)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya