Rekomendasi

Banjir Kepung Jogja, Sultan Naikan Status Jadi Tanggap Darurat

Rabu, 29 November 2017 : 15.41
YOGYAKARTA - Hujan deras yang terjadi empat hari berturut-turut di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengakibatkan berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Bahkan, badai siklon tropis cempaka ini menyebabkan lima korban jiwa akibat tanah longsor.

Mulai hari ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan status tanggap darutat hingga seminggu ke depan. Status tanggap darurat itu setelah mendapat laporan dan melakukan rapat berbagai unsur pimpinan Pemda DIY di Kepatihan.

"Setelah mendapat laporan dan rapat dengan berbagai unsur, mulai hari ini berstatys tanggap darurat hingga seminggu kedepan," katanya di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (29/11/2017).

Kepala Daerah tingkat II (Kabupaten Kota) dipersilahkan mengambil kebijakan terkait kebencanaan baik penanganan pengungsi maupun perbaikan sementara dengan dana cadangan yang dimiliki masih-masih Kabupaten/Kota se DIY (Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta).

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MBKG) DIY menyatakan badai tropis ini diprediksi berlangsung hingga pekan depan. Angin kencang disertai hujan yang tak kunjung berhenti membuat terjadi rawan bencana.

Sultan meminta masyarakar untuk waspada terhadap kondisi cuaca yang kurang menguntungkan. Pihaknya juga meminta lembaga pemerintahan maupun NGO untuk proaktif dalam memberi informasi terkait bencana.

Usai menyatakan status tanggap darurat, Sultan berencana menyambangi beberapa tempat bencana seperti di Gunungkidul dan Bantul. Dia berharap masyarakat bahu membahu saling bergandengan tangan dalam menerima berbagai bencana yang terjadi.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno menyatakan dampak hujan deras yang terjadi selama dua hari mulai Senin, 27 November hingga Selasa, 28 November kemarin menyebabkan lebih dari 1.500 an orang menggungi.

Sebab, area tempat tinggal digenangi air dan ada juga rumah roboh sehingga menghawatirkan jika ditempati. "Yang terparah di Bantul dan Gunungkidul sejak tadi malam, wilayah lain belum terlaporkan semua, termasuk yang ada di perbukitan Prambanan," tandasnya.

Dari laporan yang masuk hingga pagi tadi, di Kota Yogyakarta tercatat 9 kejadian pohon tumbang, 1 banjir dan 9 tanah longsor yang menyebabkan 3 orang meninggal.

Bantul menjadi daerah terparah dengan kondisi 67 pohon tumbang, 45 titik tanah longsor, 31 titik banjir. Selain menyebabkan 1 korban meninggal, satu jembatan tiga jembatan dilaporkan putus yaitu di dua di Kecamatan Pundong dan satu di Bangunjiwo.

Di Gunungkidul dilaporkan 9 titik pohon tumbang, 9 titik tanah longsor dan 44 banjir. Khusus Gunungkidul, Krido menjelaskan banyaknya lokasi banjir ini disebabkan kondisi sungai yang dangkal.

Badai Cempaka juga dilaporkan menyebabkan satu orang meninggal di Kulon Progo akibat longsor. Tercatat 20 titik pohon tumbang, 27 titik longsor, dan 6 titik banjir.

Dari kabupaten Sleman, sempat dilaporkan pada Rabu pagi terlihat seekor buaya di Kali Kwangon, Sidorejo, Kecamatan Goden pukul 05.30 WIB. Sampai saat ini keberadaan buaya masih terus dicari warga. Sebanyak kejadian pohon tumbang di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik. (dab/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya