Rekomendasi

Bau Limbah Pabrik Masih Menyengat, Ratusan Warga Kembali Demo

Kamis, 30 November 2017 : 23.19
SUKOHARJO - Ratusan massa terdiri warga Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, beberapa elemen masyarakat, LSM dan mahasiswa kembali melakukan aksi demo di depan pintu masuk pabrik kapas, PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kamis (30/11/2017).

Mereka menuntut penghentian operasional pabrik yang berada di pinggir jalan Songgorunggi - Jatipuro, Nguter ini, lantaran bau limbah yang semula dijanjikan tidak akan muncul ternyata tidak terbukti.

Udara dan air di sekitar pabrik masih tercemar. Bau menyengat dan dampak pembuangan limbah cair juga menyebabkan ekosistem terganggu. Banyak ikan ditemukan mati.

Massa yang datang dengan berjalan kaki membawa poster dan spanduk bernada protes ditujukan kepada manajemen pabrik. Secara bergantian mereka melakukan orasi didepan pintu gerbang pabrik.

Salah satu peserta aksi, Sarwono yang juga mantan Kades Plesan dua periode menyebutkan, kedatangan ratusan warga ke PT RUM bertujuan menagih janji perihal kesepakatan yang telah dibuat pada, Kamis (26/10/2017) lalu, tentang penanganan bau limbah

"Hingga kini, belum ada satupun poin-poin dalam kesepakatan yang direalisasikan dimana yang terpenting adalah bau limbah yang masih menyengat mengganggu kesehatan warga," terangnya.

Menurut Sarwono, warga tidak bermaksud menutup operasional pabrik sepanjang tidak menimbulkan polusi dan membahayakan kehidupan. "Sebelum kesepakatan dipenuhi maka kami minta pabrik berhenti beroperasi," tandasnya.

Beberapa poin kesepakatan yang ditagih warga diantaranya, pemasangan detektor polusi udara, pemberian kompensasi melalui CSR dan yang paling penting bau menyengat harus hilang.

Menanggapi aksi tersebut, Direktur Umum PT RUM, Mohammad Rahmat yang menemui massa pendemo mengatakan, pihaknya tidak bermaksud mengingkari kesepakatan. Menurutnya semua masih berproses.

"Kami pastikan, semua kesepakatan akan dipenuhi. Tentang pemasangan detektor pemantau kwalitas udara, saat ini barangnya sudah ada dan sedang proses pengiriman," jelasnya

Rahmat memohon kepada warga untuk sementara waktu agar bersabar menunggu realisasi pemenuhan isi kesepakatan. Dengan penjagaan ketat petugas dari Polres Sukoharjo, setelah mendapat penjelasan, akhirnya warga membubarkan diri demgan tertib. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya