Rekomendasi

Berada Dibawah Bayang-Bayang SBY, Alasan Kocak Tak Setuju Duet AHY dan Cak Imim

Minggu, 26 November 2017 : 22.53
SOLO - Sekelompok pemuda di Solo yang bertekad menduetkan Jokowi dengan Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak imim kurang setuju munculnya deklarasi dukungan menduetkan Cak imim dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Hal itu dikatakan Koordinator Jokowi- Cak Imim (KoCak) Wisnu Arya menyusul adannya deklarasi menduetkan Cak imim dan AHY dalam Pilpres 2019.

Menurut Wisnu, figur AHY masih kurang pas bila diduetkan dengan Cak Imim. Pasalnya, selain masih berada dibawah bayang-bayang mantan presiden Susilo bambang yudhoyono, ayahnya, secara politik, AHY dinilai Wisnu masih kurang pengalamannya.

"Kalau Cak Imim sama AHY, gimana ya. Kalau kita melihatnya masih kurang pantas. AHY secara politik masih kurang. Dan AHY masih berada dibawah bayang-bayang pak SBY,ayahnya,"papar Wisnu disela deklarasi Jokowi-Cak imim di Solo, Jawa Tengah, Minggu (26/11/2017).

Selain dinilai politik AHY masih kurang dan berada dibawah bayang-bayang ayahnya, SBY, latar belakang AHY, ungkap Wisnu, berasal dari militer. Menurutnya, dari pengalaman sebelumnya, latar belakang militer kurang mendapatkan dukungan.

"Latar belakang AHY itukan dari militer. Dari pengalaman sebelumnya, kalau latar belakang militer, kurang mendapatkan dukungan," ujarnya. Sehingga, pasangan yang dinilai KoCak sangat serasi untuk dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar adalah sosok Jokowi.

"Ya paling pantas yaitu pasangan Jokowi dan Cak Imim. Itu lebih pantas," pungkasnya. (mg1/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya