Rekomendasi

Dapur Magma Kecil, Erupsi Gunung Agung Saat Ini Tak Sedahsyat 1963

Selasa, 28 November 2017 : 08.30
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut erupsi Gunung Agung, diprediksi (letusannya) tidak akan besar seperti yang terjadi saat erupsi gunung Agung pada tahun 1963 yang terjadi lebih dari setahun lamanya.

Pasalnya ada perbedaan bahwa energi yang berasal dari dapur magma gunung Agung tidak sebesar saat letusan tahun 1963. Kala itu semburan abu vulkaniknya hingga sejauh 20 km dari puncak kawah.

Sedangkan letusan kali ini semburan abu vulkaniknya hanya setinggi 3500-4000 meter (3,5-4 km).

"Jadi kemungkinan seperti kejadian pada 1963 jika dilihat dari energi dapur magma tidak akan sebesar tahun itu," jelas Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Gedung BNPB, Jakarta.

Untuk letusan kali ini, ungkap Sutopo kemajuan teknologi bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa jika dibandingkan saat letusan tahun 1963 dimana ribuan jiwa melayang, kondisi desa porak poranda.

Saat ini teknologi untuk peringatan dini bahaya erupsi sudah ada sehingga masyarakat bisa langsung melakukan pengungsian.

Tercatat hingga hari ini sudah terjadi dua kali erupsi, dimana pada erupsi pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) lalu. Dilanjutkan erupsi lanjutan pada Sabtu (25/11/2017) yang mengeluarkan material dari perut gunung Agung.

"Lava keluar kuning kemerahan keluar dari perut gunung Agung. Dan saat ini masih berlangsung," pungkasnya.(Gunadi)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya