Rekomendasi

Dentuman Erupsi Gunung Agung Terdengar Hingga Jarak 12 KM Lebih

Selasa, 28 November 2017 : 08.32
JAKARTA - Pasca erupsi besar pada Sabtu (25/11/2017), gunung Agung berdasarkan diprediksi masih akan mengalami peningkatan. Bahwa tingkat erupsi Gunung Agung saat ini meningkat dari fase freatik ke magmatik. Mulai terpantau sejak Sabtu (25/11/2017) pukul 21.00 WITA.

Dua kali dentuman yang berasal dari perut gunung Agung pada hari Minggu (26/11/2017) sekira pukul 20.30 Wita terekam dalam alat seismograf tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Bahkan terdengar hingga Pos Pantau Gunung Api Agung yang berjarak sekitar 12 km dari kawah Gunung Agung.

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan hasil pengamatan di pos pantau Rendang di Karangasem secara visual gunung Agung bisa terpantau dengan jelas. Terpantau kepulan asap dengan ketinggian 2500-3000 meter membumbung di puncak kawah.

"Erupsi di fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak," jelas Sutopo saat memberikan keterangan di ruang Pusdalops, Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017) kemarin.

Sebagai bentuk antisipasi risiko bencana yang diakibatkan erupsi gunung yang terus meningkat, lanjut Sutopo Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4), terhitung sejak Senin 27/11/2017 pukul 06.00 WITA.

Zona Perkiraan Bahaya juga diperluas. Perluasan sektoral ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya sejauh 10 kilometer. Sementara itu masyarakat dilarang memasuki area kawah Gunung Agung dan di seluruh area dalam radius 8 kilometer dari kawah gunung.

"Jangan lakukan aktivitas ataupun kegiatan di wilayah yang sudah ditetapkan di Zona Perkiraan Bahaya. Untuk Zina Perkiraan Bahaya sendiri bersifat dinamis, terus dievalusi dan bisa berubah sesuai perkembangan gunung Agung yang paling aktual," himbaunya lebih lanjut.

Pihak BNPB sendiri sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkompeten seperti TNI/Polri, tim Basarnas, Kemensos, Kemenkes bersama pemerintah daerah setempat. (Gunadi)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya