Rekomendasi

Erupsi Gunung Agung Semakin Meningkat, Status Naik Awas

Senin, 27 November 2017 : 07.34
Erupsi Gunung Agung Semakin Meningkat, Status Naik Awas(kurniawan/hariankota)
DENPASAR - Tingkat erupsi Gunung Agung terus meningkat, dari fase freatik ke magmatik hasil dari pengamatan sejak Sabtu (25/11/2017) sekira pukul 21.00 WITA terlihat sinar api di puncak gunung Agung.

Bahkan sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.

Sutopo Purwo NugrohoKepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyampaikan Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem melaporkan bahwa swcara visual gunung jelas.

Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah.

"Bahkan sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya (Minggu) hingga hari ini, menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi," jelas Sutopo dalam rilis pada hariankota.com, Senin (27/11/2017).

Sementara itu kepulan abu masih keluar disertai erupsi eksplosif disertai suara dentuman lemah yang terdengar sampai jarak 12 km dari puncak.

"Antisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka PVMBG telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06.00 WITA. Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi," ungkap Sutopo.

Teramati juga terjadi letusan dengan tinggi 3000 m dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1 - 10 mm (dominan 1 - 2 mm).

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diminta tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah G. Agung.

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yg paling aktual atau terbaru," ujar Sutopo.

Pihak BNPB mengkoordinasi potensi nasional dari TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BUMN dan lainnya untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam penanganan erupsi Gunung Agung.

Posko Pendampingan Nasional telah diaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Agung. Masyarakat yang berada di dalam radius 8 km dan peluasan 10 km dihimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang.

"Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak Sabtu ( 25/11/2017) malam menyusul erupsi Gunung Agung," pungkas Sutopo. (Gunadi)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya