Rekomendasi

Laka Maut: Begini Cerita Daliman, Korban Selamat Kecelakaan Bus Eka

Kamis, 09 November 2017 : 14.54
KARANGANYAR - Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Eka dengan sebuah truk pengangkut besi yang terjadi di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di Dusun Nglarangan, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakramat, Kamis (9/11/2017) dinihari, menyisahkan duka mendalam, khususnya bagi korban selamat dalam kecelakaan naas tersebut.

Seperti yang diceritakan Daliman (45), salah satu korban selamat. Warga Bekonang ini menuturkan, selama perjalanan dari Surabaya hingga makan malam di Mantingan, perjalanan lancar, dan tidak ada kendala selama perjalanan.

Saat perjalanan dari Surabaya hingga makan malam di mantingan, Daliman mengaku tidur. "Selama dari Surabaya hingga makan malam di Mantingan, perjalanan relatif berjalan lancar. Bahkan saya tidur pulas," tuturnya, Kamis (9/11).

Namun, setelah makan malam, Dalino mengaku tidak dapat tidur. Selama perjalanan, Bus jurusan Surabaya-Magelang yang dikemudikan oleh Ari Irwansyah tersebut, terlihat tidak normal.

"Saya merasakan hal yang aneh. Bus berjalan seperti tidak normal. Yang saya rasakan, pengemudi kurang mahir dalam mengemudi. Saya juga tidak tahu, apakah pengemudi mengantuk atau tidak," ujarnya.

Karena memiliki firasat yang kurang baik, Daliman memilih tidak tidur. Selama perjalanan dari Mantingan hingga ke lokasi kejadian, daliman mengaku selalu mendengarkan komunikasi antara kondektur bus yang menjadi korban, dengan pengemudi.

Bahkan, menurut keterangannya, kondektur bus yang bernama Daliman, sesaat sebelum terjadinya kecelakaan, sempat menyanyikan lagu campur sari. Baca sebelumnya : Laka Maut: Diduga Sopir Mengantuk, Bus Eka Tabrak Truk, Satu Tewas

"Sesaat sebelum terjadi kecelakaan, tepatnya di jembatan perbatasan antara Sragen dan Karanganyar, korban yang tepat berada di depan saya sempat menyanyikan lagu campur sari," terangnya.

Mendekati lokasi kecelakaan, perasaan Daliman semakin tidak karuan. Dan benar saja, pada saat melaju mendekati lokasi kecelakaan, Bus mulai tidak karuan, dan tiba-tiba bus Eka yang ditumpanginya tersebut menabrak truk yang sedang berhenti.

"Kejadiannya sangat cepat. Saya melihat bus menabrak bagian belakang truk. Tidak hanya itu, bus juga menabrak rumah kosong sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak warung angkringan," katanya sambil menahan rasa sakit di bagian tangannya.

Dijelaskannya, setelah terjadi benturan, dia sempat melihat kondektur bus terjepit di kabin bus. Sedangkan satu penumpang yang berada di sebelah tempat duduknya, mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah.

"Saya melihat pak kondektur terjepit kabin dan besi. Karena tidak kuat, saya akhirnya turun lewat pintu belakang dan ditolong warga sekitar ke puskesmas terdekat. Kejadiannya sangat mengerikan mas," jelasnya.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap kondektur bus yang terjepit, membutuhkan waktu lebih dari empat jam. Pasalnya, korban terjepit beton rumah yang tertabrak bus serta besi truk.

"Butuh waktu yang cukup lama. Kita mendatangkan dua alat berat. Setelah kita evakuasi, korban langsung kita bawa ke RSUD Karanganyar," kata Kanit Laka Sat lantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno. (Iwan Iswanda)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya