Rekomendasi

Miliki Daya Pikat Bak Semar Mesem, Airlangga Pantas Gantikan Setnov

Selasa, 28 November 2017 : 17.08
YOGYAKARTA - Ketua Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DIY Gandung Pardiman mengatakan saat ini kader Golkar ada dua tipikal. Tipikal pertama kader pro korupsi atau kader hitam, sedangkan tipikal kedua, sebaliknya.

"Kader antikorupsi atau kader putih harus tampil saat ini, kader putih tidak akan menjadi beban partai, sedang kader hitam akan menjadi beban partai," katanya pada wartawan, Selasa (28/11/2017).

Ketua Wantim DPD Golkar DIY ini mendorong agar digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menyelamatkan partai dari ambang kehancuran. Menurutnya, kunci penyelamatan Golkar hanya dengan jalan Munaslub secepatnya.

Pertengahan Desember ini, menurutnya, harus tuntas segera merubah perfomen partai. Yakni, menegaskan kembali pada jati diri partai dengan paradigma baru yang merakyat, demokratis, antikorupsi dan berkarya untuk rakyat.

"Supaya Golkar kembali dicintai dan di percaya rakyat," ujar Gandung yang juga koordinator Forum Komunikasi Ormas Hasta Karya DIY ini. Koordinator Tri Karya DIY ini mendorong agar Tri Karya Pusat segera menentukan sikap bersama untuk mendukung Munaslub.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong agar kader putih Golkar, Airlangga Hartanto dipilih menjadi Ketua Umum mengantikan Setyo Novanto yang terjerat kasus hukum.

"Sebagai ormas pendiri mempunyai kewajiban moral maupun organisasi untuk menyelamat Golkar diambang kehancuran," tegas Gandung.

AH (Airlangga Hartanto), menurutnya merupakan representasi yang mantab sebagai kader putih bersih anti korupsi. Beberapa keunggulan AH, diantaranya didukung oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Keunggulan kedua, AH didukung oleh mayoritas daerah. Hampir semua kader daerah mengharap agar ketum tidak menjadi beban partai dan tidak tersangkut urusan penegak hukum, jadi AH lah pilihannya.

Keunggulan lainnya, menurut Gandung, AH bisa merangkul semua pihak familier dan nasionalis sejati. Keunggulan keempat AH berlatar belakang ekonomi yang kuat dan tidak srakah dan rakus serta tidak memiliki watak mau menang sendiri.

"AH kader yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan yang cerdas juga jadi keunggulan. Dan juga perlu tahu AH memiliki daya pikat bagai senjata Semar Mesem, jadi AH ini ocok pimpin partai Golkar disaat seperti ini," pungkasnya. (dab/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya