Rekomendasi

Pastika Sebut Kebutuhan Pengungsi Gunung Agung Rp700 Juta Perhari

Kamis, 30 November 2017 : 10.03
BALI - ‎Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebutkan banyak hal yang harus dilakukan ndan juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Hal itu disebutka Made Pastika saat melakukan teleconfrence dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait penanganan Bencana Gunung Agung, belum lama ini.

Saat ini diperkirakan akan mencapai 70 ribu pengungsi yang tersebar di 22 titik pengungsian. Jika itu terjadi Made mengaku membutuhkan logistik yang cukup banyak. Sekitar 25 ton sehari untuk kebutuhan beras dan uang lauk pauk Rp10 ribu/kepala keluarga/hari.

"Dalam sehari pasti kita butuhkan Rp700 juta untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi," jelas Pastika.

‎Selain itu juga diperlukan kebutuhan akomodasi yang lain seperti terpal, selimut, peralatan masak, water treatment, tandon air, dan mobil tangki. Demikian juga dengan kebutuhan BBM 1 ton per hari.

"Kebutuhan BBM itu juga digunakan untuk kebutuhan TNI dan Polri untuk operasional mengatur jalur logistik, pengamana dan sebagainya, lanjut Mangku Pastika.

Sementara itu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan bantuan pada masyarakat yang terdampak bencana erupsi gunung Agung sejumlah prasarana di lokasi pengungsian.

Kementerian PUPR telah mempersiapkan hunian sementara, pembuatan sanitasi sementara, truk sampah, sumur bor, hidran umum dan mobil tangki air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian. Ada sekitar 9 sumur telah disiapkan.

Tujuh sumur bor diantaranya sudah bisa dioperasikan di lokasi pengungsian utama yakni Lapangan Ulakan, Pasar Seni Tanah Ampo, PDAM Prasi, Balai Budaya Semara Pura, Pura Kentel Gumi, Desa Les, dan PDAM Tauman.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya terus melakukan identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana dan mengatur kembali pemanfaatannnya di semua titik pengungsian.

Selain itu untuk mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Kementerian PUPR telah mendirikan Pos Siaga Bencana Gunung Agung, yang diketuai Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Ketut Darmawahana, dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Ketut Jayada sebagai kordinator lapangan.

Pos Siaga Gunung Agung tersebut berada di Balai Wilayah Sungai Bali Penida sebagai Pos Utama dan Pos Taktis Lapangan di Kantor O & P Tukad Unda. (Made Sugandha/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya