Rekomendasi

PMI Gunakan Metode NAT Untuk Deteksi Darah

Senin, 27 November 2017 : 19.19
KARANGANYAR - Teknologi Nucleic Acid Testing (NAT) atau pengujian asam nukleat, akan dikembangkan oleh Palag Merah Indonesia (PMI) untuk menguji darah dari pendonor yang mengandung infeksi penyakit.

Teknologi NAT ini, dapat mendeteksi penyakit dengan cepat. Hal tersebut dikatakan ketua PMI Cabang Karanganyar, Timotius Suryadi, kepada wartawan, Senin (27/1/2017).

Mnurutnya, saat ini, teknologi yang digunakan PMI Karanganyar dalam memproses darah dari pendonor dengan menggunakan teknologi Elisa (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), salah satu teknologi dengan teknik biokimia untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu sampel darah.

Dijelaskannya, Teknologi NAT ini lebih canggih dari Elisa. Lebih sensitif dalam mendeteksi penyakit yang ada dalam darah pendonor. Hasilnya juga cepat diketahui.Metodenya semacam tes DNA.Hanya saja, biaya untuk memproses darah dengan teknologi NAT lebih mahal dibandingkan dengan metode Elisa.

"Darah dari pendonor perlu diproses untuk memastikan apakah mengandung penyakit berbahaya atau tidak. Jika ditemukan adanya penyakit berbahaya, maka darah tidak akan diberikan kepada orang yang membutuhkan donor.Penyakit yang diwaspadai itu antara lain GO, HIV/AIDS, hepatitis, dan sebagainya. Darah dari pendonor di-screening, untuk memastikan bebas penyakit," jelasnya.

Untuk merealisasikan penggunaan teknologi NT tersebut, PMI Karanganyar masih menyiapakan segala sesuatunya, dan tidak menutup kemungkinan, pengadaan alatnya nanti dikonsolidasi dengan PMI se-Solo Raya.

"Alatnya mahal. Kami masih siapkan segala sesuatunya, untuk merealisasi rencana itu," ungkapnya. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya