Rekomendasi

Suhu Politik Mulai Memanas: Mantan Wabup Karanganyar Asal PDIP ini Kritik Penerusnya

Sabtu, 18 November 2017 : 07.00
KARANGANYAR - Perjalanan pemerintahan kabupaten (Pemkab) Karanganyar di bawah kepemimpinan Juliyatmono dan Rohadi Widodo (YURO), mendapat kritikan dari wakil ketua bidang pemerintahan DPD PDIP Jawa Tengah, Paryono.

Mantan ketua DPC PDIP Karanganyar tersebut menilai, proses pemerintahan yang yang saat ini memasuki tahun terakhir, belum berjalan maksimal dan masih menyisakan sejumlah persoalan baik dibidang pendidikan, infratsruktur dan ekonomi kerakyatan.

“Kita bicara realistis saja. Sekarang kita lihat, mana keberhasilan dari pemerintah Karanganyar, infratstruktur itu menggunakan dana dari mana semua dari pusat. Sepuluh ribu wirausahawan tidak terbukti, pendidikan gratis, seragam juga masih beli,” kritik Paryono ketika memberikan sambutan dalam acara konsolidasi Dewan Pengurus Cabang Banteng Muda Indonesia di Karanganyar, Jumat (17/11/2017).

Tidak hanya menyoroti soal pembangunan infarstruktur, pendidikan gratis dan wirausahwan mandiri, mantan wakil bupati Karanganyar periode 2008-2013 tersebut juga mengkritisi persoalan nyang saat ini sedang mencuat ke permukaan, yakni soal pengadaan perpustakaan desa.

“Salah satu perkara yang saat ini mencuat saat ini adanya dugaan indikasi penyimpangan pengadaan perpustakaan desa. Itu adalah hak dari kepala desa, kenapa justru pemerintah yang mengintervensi, Dana Desa itu yang mengelola adalah desa,” jelas Paryono.

Paryono berharap kepada sejumlah kader PDI P dan sayap partau khususnya Banteng Muda Indonesia (BMI) yang ada di wilayah, untuk terus mengawal pemerintahan dan membantu bekerjasama dengan pemerintah, sehingga dapat merampungkan semua tugas dan kewajiban mereka sebagai pemimpin yang baik.

“Tugas kita adalah bagaimana mereka (pemerintah-red) berbuat benar dan berjalan dengan baik, agar teman-teman yang ada di pemerintahan dan masyarakat tidak menjadi korban,” pungkasnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, dalam memperingati HUT satu abad bumi Intanpari, mengakui masih banyak kekurangan.

“Kita akui masih banyak kekurangan. Tapi kita harus berfikir ke depan. Ide dan gagasan terus berkembang dan kita haraus terus bergerak. Sehingga apa yang menjadi kekurangan, dapat dituntaskan,” ujar bupati. (Iwan Iswanda/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya