Rekomendasi

Telkom Gandeng Petani Muda Akses Go Digital

Selasa, 28 November 2017 : 21.30
YOGYAKARTA - Petani di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan kondisi terkini di era digital. Mereka tidak boleh kalah dengan negara lain untuk menguasai teknologi informasi.

"Bagi yang butuh wifi corner, tempat ngumpul petani muda untuk belajar, kita fasilitasi," kata Firmansyah, General Manager Witel Yogyakarta, Selasa (28/11/2017).

Hal itu disampaikan disela penandatangan MoU antara Telkom Witel Yogyakarta dengan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani). Kerjasama itu untuk akses Go Digital serta pemasaran online bagi produk pertanian.

"Ada banyak kesempatan dan peluang yang bisa didapatkan oleh petani," katanya.

Lewat kerjasama untuk akses online wifi.id bagi komunitas petani, ada harga khusus pembelian paket online untuk anggota PETANI di DIY. Pihaknya juga membantu akses bagi mereka yang mau belajar di Darrlos Farmer Academy satu forum belajar petani muda.

"Ada banyak materi pembelajaran bagi petani nanti yang bisa diakses online. Kita fasilitasi dengan akses internet yang cepat," imbuh Firmansyah.

Kerjasama dengan kelompok petani disebutkan bukan berorientasi profit semata. Sebab, yang lebih diharapkan adalah bertumbuhnya pelaku pertanian tangguh agar kedaulatan pangan nasional terpenuhi.

Kepala Pos Advokasi Hukum dan HAM DPW PETANI DIY, Endro Sulaksono mengatakan, saat ini memang perlu ditumbuhkan semangat baru bagi petani muda di tanah air.

Saat ini di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo telah terbentuk inisiasi kelompok petani di kalangan muda dengan beragam produk pertanian yang dikelola.

Lewat beragam pelatihan bagi petani muda dirinya optimis kedaulatan pangan bisa terjaga. Pihaknya mengajak generasi muda milenia juga menekuni dunia pertanian agar kebutuhan pangan nasional tercukupi.

"Kita butuh lebih banyak petani agar kebutuhan pangan nasional tercukupi. Lewat komunitas belajar pertanian di PETANI, kita ajak generasi muda mau tekuni lagi dunia pertanian," kata Endro.

Sementara Ketua DPW PETANI DIY, Anggit Bimanyu menjelaskan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI) sebenarnya sudah berdiri 23 tahun lalu.

Selama ini organisasi PETANI telah berperan aktif dalam wujudkan kedaulatan pangan nasional, pakan, pupuk, buah-buahan dan energi. Anggit menjelaskan, anggota PETANI bisa berasal dari berbagai ragam profesi, asal memiliki keberpihakan dan punya kepedulian kepada petani.

Kerjasama dengan perusahaan dan sejumlah pihak lain akan terus dijalin untuk memperkuat jejaring pengembangan pasar bagi produk pertanian.

"Apresiasi kita berikan kepada Witel Telkom Yogyakarta dengan kerjasama agar membawa manfaat dan keberkahan pada masyarakat, khususnya untuk kesejahteraan petani," kata Anggit. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya