Rekomendasi

Tiga Lawan Tiga, Pertarungan Ala Gladiator, Satu Pelajar SMP Tewas Mengenaskan

Sabtu, 25 November 2017 : 20.42
BOGOR - Salah satu pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Asy Syuhada Rumpin meninggal dunia terkena sabetan senjata tajam yang digunakan siswa SMP lain saat keduannya bertarung ala gladiator.

Informasi yang berhasil dihimpun hariankota.com, pertarungan ala gladiator kembali terulang di Bogor, Jawa Barat. Dimana, dalam pertarungan ala gladiator, tiga orang siswa SMP berhadapan satu lawa satu dengan siswa lainnya.

Pertarungan itu sendiri berlangsung di Kampung Leuwihalang, Desa Gonang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika, Sabtu (25/11/2017) mengatakan, pertarungan ala gladiator ini diketahui setelah ada laporan salah satu warga, Dumyati bin Ilyas 22, warga Kampung Gunung Nyungcung, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Menurut kapolres, kasus ini merupakan pelanggaran atas Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Kapolres menegaskan, korban meninggal dunia Ahmad 16, adalah pelajar SMP Islam Asy Syuhada Rumpin. Warga Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor ini kehilangan nyawanya, usai tanding gladiator.

Dicky menambahkan, korban tewas dalam perkelahian Jum’at, 24 Nopember 2017 sekitar pukul 17.30 WIB akibat terkena senjata tajam. Fadlan, salah satu saksi mengatakan, korban terkena sabetan senjata tajam, saat berlangsung adu gladiator tiga Vs tiga.

Korban terkena sabetan senjata tajam di pinggang bagian belakang, luka sobek di pinggul, luka sobek di lengan kanan sebelah atas, luka sobek di tangan kanan sebelah bawah.

"Korban dibawa ke Puskesmas Rumpin. Tindakan medis atas korban sekitar pukul 17.45 WIB ini tak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Puskesmas," kata Fadlan.

Petugas yang tiba, berniat membawa jenasah ke rumah sakit, guna proses otopsi. Namun keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi atau bedah mayat.

"Walau sudah diberi pengertian mengenai kewajiban untuk dilakukan otopsi, keluarga tetap menolak. Akhirnya keluarga buat surat pernyataan keberatan, tidak dilakukan otopsi," tandas AKBP Dicky.

Guna melengkapi berkas perkara ini, penyidik sudah meminta keterangan Fadlan 18, M Gojali dan beberapa rekan korban, sebagai saksi. "Pelaku masih dalam penyelidikan. Namun keterangan saksi, pelaku diketahui bernama Dimas dan Sony," ujarnya.

Kepolisian juga sudah mengamankan barang bukti berupa 1 helai baju koko putih, 1 helai switer warna merah maron dan 1 celana seragam SMP warna biru. (Santi Rahmawati/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya