Rekomendasi

Aliansi LSM Tajam Minta Penyelenggara Pemilu Jaga Netralitas

Minggu, 03 Desember 2017 : 19.40
Aliansi LSM Tajam Minta Penyelenggara Pemilu Jaga Netralitas (foto:iwan iswanda)
KARANGANYAR - Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat Taajam, meminta kepada penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) Karanganyar, untuk tetap menjaga netralitas dengan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon.

Hal tersebut ditegaskan ketua dewan pakar aliansi LSM Tajam, Bibit Suwanto, kepada sejumlah wartawan, usai pelantikan pengurus, Minggu (03/12/2017).

Menurut Bibit Suwanto, penyelenggaraan pilkada yang dilaksanakan dengan jujur dan adil, serta tanpa keberpihakan para penyelenggara pemilu, akan melahirkan pemimpin yang kredibel serta sah di mata hukum.

"Penyelenggara pemilu, baik Panwaskab maupun KPU, harus tetap menjaga netralitas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap para peneyelenggara pemilu ini, akan terus terbangun, serta merangsang masyarakat untuk terlibat dan pro aktif dalam mengawal jalannya pesta demokrasi,” ujar Bibit Suwanto, Minggu (3/12/2017).

Ditambahkannya, seluruh elemen aliansi LSM Tajam, akan melakukan pemantauan ke berbagai wilayah Karanganyar, untuk memastikan jika penyelenggara pemilu terlaksana dengan baik, jujur dan adil.

"Kita tetap melakukan pemantauan proses pelaksanaan pilkada di Karanganyar sehingga dapat berjalan dengan jujur dan adil," tandasnya.

Sementara itu, ketua KPU Karanaganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, KPU tetap netral, selama proses pelaksanaan pilkada Karanganyar maupun pilgub Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Menurutnya, netralitas ini harus dipegang teguh oleh seluruh komisioner KPU. "Kita tetap netral. Netralitas ini harus dipegang teguh oleh penyelenggara pemilu," katanya, Minggu (3/12/2017).

Dijelaskannya, ada tiga hal yang harus dipegang teguh oleh KPU, yakni transparansi, keterbukaan dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemilu. Ketiga hal ini, lanjutnya harus dilaksanakan agar tetap mendapat kepercayaan di masyarakat.

"Kekhawatiran boleh saja, dan itu perlu sebagai bahan koreksi. Pada prinsipnya kita tetap tegas dan tidak berpihak kepada pasangan manapun yang akan bertarung dalam pilkada mendatang," pungkasnya. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya