Rekomendasi

Di Warning Bupati Soal Bau Limbah, Ini Langkah PT RUM

Kamis, 07 Desember 2017 : 09.32
Demo warga di PT RUM beberapa waktu lalu, memprotes bau limbah yang menyengat. (Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Polemik bau limbah pabrik kapas PT Rayon Utama Makmur (RUM) di jalan Songgorungi - Jatipuro, Desa Plesan, Kecamatan Nguter mendapat perhatian serius Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

Melalui surat peringatan bernomor 660 1/411 1/XII/2017, orang nomor satu di Kota Makmur ini meminta PT RUM segera menyelesaikan persoalan bau limbah yang diduga bersumber dari Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) dalam waktu satu minggu.

Human Resources Departrment (HRD) PT RUM, Haryo saat ditemui Kamis (7/12/2017) menyambut positif atas surat peringatan tersebut. Dia menghormati apa yang disampaikan Bupati sebagai langkah merespon polemik yang sudah menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Semaksimal mungkin PT RUM, kata Haryo secepatnya mengatasi persoalan bau limbah yang sudah terdeteksi sumbernya.

"Jadi begini, tentang surat yang dikirim pak Bupati, tentu kami menanggapi dengan positif. Semaksimal mungkin PT RUM, akan mengatasi persoalan bau limbah ini," jelas Haryo.

Sejalan dengan surat Bupati, sebenarnya PT RUM juga terus melakukan beberapa perbaikan pada instalasi. Utamanya sambungan saluran IPAL yang hingga kini masih terus dikerjakan.

"Kami sudah kumpulkan semua manager tehnik, dari hasil pembahasan, rupanya untuk meminimalisir bau menyengat ternyata pada sambungan pipa IPAL harus di lapisi karet sil," terangnya.

Haryo pun optimis dalam waktu satu minggu ini bau limbah dapat dikurangi sesuai dengan batas ambang baku mutu yang ditetapkan pemerintah agar tidak membahayakan manusia dan lingkungan sekitarnya

"Kalau menghilangkan bau sama sekali jelas tidak mungkin. Namun ada ketentuan yang mengatur dalam dunia industri, dimana bau limbah atau emisi tidak boleh melebihi batas ambang baku mutu udara sesuai peraturan pemerintah," jelasnya

Guna menyakinkan bahwa udara disekitar pabrik masih dalam batas standar baku mutu udara, pihak PT RUM telah mendatangkan alat detektor portable untuk mendeteksi kwalitas udara.

Tak hanya itu, beberapa ahli independen dari perguruan tinggi juga dilibatkan agar masyarakat dan pemerintah mengetahui apakah lingkungan disekitar pabrik aman untuk kehidupan atau tidak.

"Dalam hal ini, kami terbuka agar tidak terjadi kesalahan informasi agar masyarakat tidak ketakutan," imbuh Haryo

Seperti diketahui, surat peringatan Bupati telah dikirim pada Rabu (6/12/2017) kemaren. Terhitung sejak tanggal tersebut maka PT RUM jika pada Rabu (13/12/2017) mendatang belum juga mengatasi persoalan IPAL, maka untuk sementara waktu diminta beroperasi. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya