Rekomendasi

Didoktrin Menarget Polisi, Mantan Teroris Ini Mengaku Diperintah Sebar Racun di Kantin Polisi

Sabtu, 02 Desember 2017 : 00.16
SRAGEN – Paimin (36) salah satu mantan anggota teroris yang sudah bertobat membeberkan saat dirinya masih ikut didalam jaringan teroris, dirinya selalu saja mendapatkan doktrin berupa target menghabisi anggota Kepolisian.

Tak hanya menggunakan senjata api atau bahan peledak untuk melakukan aksi bunuh diri, namun dirinya pun menggunakan salah satu strategi yaitu dengan menebarkan racun di kantin makan yang ada di kantor polisi.

Pengalaman itu dibeberkan secara blak-blakan oleh Paimin saat diskusi bersama Polri TNI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sragen, di Polresta Sragen.

Paimin warga Desa Karanganyar, Kecamatan sambumacan, Sragen ini menceritakan bagaimana dirinya bisa masuk sebagai anggota jaringan teroris. Awalnya Paimin merupakan pedagang mie ayam yang biasa berjualan didaerah Kemayoran Jakarta. Saat berjualan mie itulah dirinya bertemu dengan seseorang di toko buku.

Dari pertemuan awal itulah, Paimin selalu saja bertemu dengan orang itu. Hingga akhirnya, Paimin pun akrab dengan orang itu. Setelah itu dia sering diajak dalam pertemuan dan seolah-olah mendapat predikat sebagai Mujahidin dengan membunuh orang yang tidak bersalah.

"Kenalan teman itu pada tahun 2010 di toko buku. Karena sering ketemu, saya pun akrab dengan orang itu. Kemudian saya diajak kedalam suatu pertemuan. Tak tahunnya, yang datang dipertemuan itu anggota teroris semua.

Dan oleh kelompok itu saya diajari membuat racun, yang ditujukan pada anggota kepolisian. Target Polisi karena teroris banyak menyimpan dendam pada Polisi," tutur Paimin, Jumat (1/12/2017).

Paimin bersyukur dirinya ditangkap polisi dan dipenjara pada tahun 2014. Sehingga tidak sampai menyakiti orang lain lantaran terpengaruh paham radikal.

"Dulu dijanjikan Surga, saya tidak berpikir panjang waktu itu. Pikiran saya akan masuk surga dan menganggap itu perbuatan benar. Namun sekarang lebih baik berbakti pada Ibu untuk mendapatkan Surga," ujarnya.

Paimin berharap untuk siapa saja agar tidak mudah percaya pada orang yang kelihatannya baik, namun menjerumuskan.

"Kita lihat latar belakangnya dan pergaulannya sehingga kita lebih bisa memilih kawan karena bukan berarti kelihatannya alim itu bagus, teman saya alim semua tapi jalan yang mereka pilih salah," ungkap dia.

Mendengar apa yang diutarakan Paimin, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman berharap apa yang diutarakannya itu menjadi pengalaman. Tak hanya untuk Paimin, tapi juga untuk masyarakat luas.

Dia berharap ini menjadi pencerahan dan upaya deradikalisasi untuk masyarakat. "Apresiasi pada Paimin. Pengalaman Paimin jadi pencerahan.Insyaallah kali ini banyak manfaat," terangnya.

Dia menyampaikan di Sragen selain Paimin masih ada lagi. Hanya saja pihaknya enggan menyebut untuk menjaga privasi dan keamanan mantan teroris.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Minanul Aziz menyampaikan teroris menurut definisi adalah orang yang menebarkan rasa takut, Teroris adalah bagian dari Radikalisme yang dibagi menjadi 2 yaitu terorisme dan fundamentalisme. (mg1/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya