Rekomendasi

Kenalan Via Facebook, Dokter Gadungan Ini Perdayai Peminat CPNS

Jumat, 08 Desember 2017 : 14.25
Tersangka Priyono Broto Atmojo (43) warga Dukuh Puroasri RT 37 / RW 10 Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. pelaku penipuan dan penggelapan yang mengaku dokter (tengah) (Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Media sosial (Medsos) selain berfungsi sebagai alat penyambung silahturahmi, tak jarang juga menjadi sarana tindak kejahatan. Kali ini, lantaran percaya dengan teman yang dikenal melalui Facebook (FB), seorang perempuan menjadi korban penipuan berkedok membantu jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Berkat kesigapan petugas, setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Grogol, Polres Sukoharjo akhirnya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan tersebut dengan menangkap satu tersangka bernama Priyono Broto Atmojo (43) warga Dukuh Puroasri RT 37/RW 10 Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Sedangkan korbannya seorang guru swasta bernama Dewi Anggari Murni (37) warga Dukuh Juru Tengah RT 03/RW 02 Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolsek Grogol, Polres Sukoharjo AKP Dany Herlambang saat di konfirmasi, Jum'at (8/12/2017) menuturkan, awal mula pelaku dan korban saling kenal lewat FB dengan akun pelaku bernama "ALDO LUMUT",

"Dari perkenalan itu, pelaku mengaku sebagai dokter di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Grogol dan menjanjikan mengupayakan korban dapat diterima sebagai PNS," kata Kapolsek

Setelah itu, lanjut Dani, pada Senin, 30 Oktober 2017 mereka berdua lantas janjian bertemu di sebuah toko modern daerah Langenharjo, Kecamatan.Grogol. Sekira pukul 08.00 WIB korban datang dengan mengendarai sepeda motor menemui pelaku.

Selanjutnya pelaku mengajak berkeliling menggunakan sepeda motor korban, hingga akhirnya sampai di depan gapura pintu masuk RS Dr Oen Solo Baru.

Dengan berpura-pura hendak memarkirkan sepeda motor, pelaku meminta korban turun dan tak hanya, korban juga diminta menunggu sebentar dengan alasan pelaku hendak menemui pasien di dalam rumah sakit

"Setelah ditunggu beberapa lama tidak kunjung datang, oleh salah satu karyawan rumah sakit bagian parkir yang merasa kasihan, kemudian menawarkan diri mengantar pulang korban ke rumahnya di Wonogiri. Sadar telah menjadi korban penipuan akhirnya korban melapor ke Polsek Grogol," jelas Dani

Dari kejadian tersebut, korban menderita kerugian kehilangan satu unit sepeda motor matic milkinya warna magenta hitam, bernopol AD-4229-ACG, tahun 2017 berikut dompet berisi KTP, SIM, ATM, STNK, dua buah hape dan uang tunai sebesar Rp.350 ribu yang tertinggal di dalam jok sepeda motor

Menurut Kapolsek, pelaku yang berhasil ditangkap pada Selasa (5/12/2017) lalu ini, sebelumnya juga pernah melakukan kejahatan dengan modus yang sama.

"Dia kami tangkap setelah anggota Reskrim Opsnal Polsek Grogol mendapat informasi bahwa pelaku akan ketemuan dengan seseorang di depan RS Dr Oen Solo Baru, Tanpa menunggu lama, anggota langsung bergerak dan setelah ditunggu beberapa saat, pelaku akhirnya muncul dan langsung kami tangkap,"jelasnya

Hasil interogasi, menurut pengakuan pelaku, sepeda motor milik korban serta satu buah hape dibuang ke pantai Parangtritis, Yogyakarta. Alasannya hape dan sepeda motor saat dibawa pelaku selalu berbunyi.

"Pelaku khawatir sepeda motor dan hape ada GPSnya, dan karena gugup serta ketakutan akhirnya dibuang di pantai parangtritis," ujar Dany

Selain itu, pelaku yang disetiap aksinya selalu mengaku sebagai dokter ini ternyata sudah beroperasi di beberapa tempat, antara lain, di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten tepatnya di depan Rumah Sakit PKU dengan hasil tiga unit sepeda motor matic dan telah dijual di pasar Notoharjo, Semanggi Solo.

Sedangkan di RS Dr Oen Solo Baru, sebelum tertangkap, pelaku sukses menggondol satu unit sepeda motor dan telah dijual di depan Terminal Tirtonadi, Gilingan, Solo. Sementara, uang Rp 350 ribu milik korban oleh pelaku digunakan membeli sandal serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari

"Saat ini, pelaku sudah kami tahan. Dari pemeriksaan saksi-saksi dan korban, untuk sementara tersangka kami jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan masing-masing ancaman pidana kurungan selama-lamanya empat tahun," pungkasnya. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya