Rekomendasi

Ricuh, Eksekusi Rumah Gono - Gini, Termohon Ngotot Melawan

Kamis, 07 Desember 2017 : 20.35
SOLO - Baku dorong dan saling teriak mewarnai eksekusi sebuah rumah dijalan Parang Kusuma tepatnya di Kampung Tegalrejo RT03 / RW 01 Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, Kamis (7/12/2017)

Petugas Juru Sita dari Pengadilan Negeri Solo, dibantu ratusan aparat Polresta Solo mendapat perlawanan dari pihak termohon eksekusi, Poppy Irawati warga jalan Nuri II/15 Samben RT 03/RW 03, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo

Meski saat akan masuk rumah sempat dihadang dua mobil yang sengaja diparkir dengan kondisi ban digembos, namun banyaknya petugas dilokasi membuat massa termohon eksekusi akhirnya terdesak mundur dan petugas langsung melakukan pengosongan rumah dengan mengeluarkan semua perabotan untuk kemudian diangkut menggunakan truk

Penasehat hukum termohon, Badrus Zaman, menilai eksekusi yang dilaksanakan PN Solo telah melanggar ketentuan hukum lantaran dalam kasus ini pihaknya tengah melakukan gugatan perlawanan untuk menunda eksekusi.

"Jadi menurut kami, eksekusi tidak bisa dijalankan karena belum berkekuatan hukum tetap. Jika tetap dijalankan, maka kami akan melapor ke Komisi Yudisial (KY) terhadap pihak-pihak yang terlibat pelaksanaan eksekusi ini," ujarnya.

Menurut Badrus, kasus ini bermula saat Ifan Ismarwanto mantan suami termohon eksekusi, tanpa ijin meminjam uang di sebuah Bank dengan agunan rumah yang diketahui merupakan harta gono-gini

Dalam perjalanannya, hutang tersebut macet hingga akhirnya oleh pihak Bank, rumah yang diagunkan kemudian di lelang.

"Termohon sama sekali tidak pernah mengetahui adanya sengketa keperdataan antara mantan suaminya dengan pihak Bank," jelas Badrus. Oleh karenanya, sebagai kuasa hukum, Badrus kemudian mengajukan verset atau perlawanan.

Adapun para pihak yang menjadi terlawan yakni, mantan suami termohon eksekusi (terlawan I), pihak Bank (terlawan II), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (terlawan III) serta turut terlawan, pemenang lelang, Pujiono Elli Bayu Efendi warga Kuwung SarinRT 03/RW 19 Kelurahan/Desa Sragen Kulon, Kabupaten Sragen dan kantor BPN Solo

"Dalam hal ini, sudah sepatutnya perjanjian pinjaman atas jaminan obyek sengketa yang merupakan harta gono-gini tanpa melibatkan klien kami adalah cacat hukum," tegasnya

Apalagi imbuh Badrus, kasus ini sudah masuk persidangan dengan sidang pertama, 9 November 2017 lalu. Dengan demikian, seharusnya eksekusi tidak dilaksanakan, menunggu putusan pengadilan. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya