Rekomendasi

Sidang Tragedi Mapala UII Jilid II: Penasehat Hukum Pertanyakan Ahli yang Dihadirkan JPU

Rabu, 06 Desember 2017 : 15.06
KARANGANYAR - Tim penasehat hukum lima terdakwa kasus dugaan penganiayaan dan tindak kekerasan yang terjadi selama pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII, mempertanyakan keterangan ahli yang disampaikan dalam sidang lanjutan yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (6/12/2017).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Nunik Sri Wahyuni tersebut, tim jaksa penuntut menghadirkan tiga ahli, masing-masing I Bagus Gede Surya Putra, Kusparwanti dan Lipur Mantiningtyas. Ketiganya merupakan ahli forensic RSU DR Sardjito Jogjakarta.

Di hadapan majelis hakim, atas pertanyaan Winarko, salah satu tim JPU, I Bagus Gede Surya Putra, mengatakan, melakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap korban meninggal, Syait Asyam. Pemeriksaan tersebut dilakukan, menurutnya, atas permintaan tim penyidik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka memar di kepala, luka di bagian leher depan, luka gesek, luka lecet serta luka memar. Dalam sidang tersebut, I Bagus Gede, tidak bisa memastikan penyebab kematian korban.

“Luka lecet dan luka memar tersebut, disebabkan akibat adanya kekerasan benda tumpul, seperti kayu, ranting dan sebagainya,” jelasnya di depan persidangan, Rabu (6/12/2017).

Sedangkan dari hasil pemeriksaan bagian dalam tubuh korban, diketahui terdapat luka pada kulit kepala bagian dalam kiri atas, pendarahan di atas selaput otak. “Kita juga menemukan adanya gumpalan darah. Hal ini disebabkan karena adanya kekerasan benda tumpul,” ujarnya.

Terpisah, Penasehat hukum lima terdakwa, Achiel Suyanto, kepada hariankota.com, mempertanyakan keterangan ahli. Menurutnya, ahli yang dihadirkan oleh JPU ini, hanya menggambarkan hasil otopsi, tanpa menjelaskan penyebab kematian korban.

“Ini bukan kategori sebagai ahli, tapi saksi fakta, karena yang disampaikan adalah fakta selama proses forensik dilakukan dan tidak menjelaskan kematian korban. Dari keterangan ahli tersebut kan tidak secara jelas apa penyebab kematian korban. Ketidakjelasan ini, apakah harus dipertanggungjawabkan kepada terdakwa?.

Kami minta majelis hakim harus berhati-hati dalam menjatuhkan putusannya nanti,” tandasnya. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, sidang masih berlangsung untuk mendengarkan keterangan dua ahli lain yang dihadirkan JPU. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya