Rekomendasi

Udara Tercemar Limbah Pabrik, Ratusan Siswa SD Terpaksa Kenakan Masker

Selasa, 05 Desember 2017 : 15.31
Murid SDN 1 Desa Plesan, Kecamatan Nguter terpaksa mengenakan masker agar tak terganggu bau menyengat dari limbah pabrik PT RUM. (Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Dampak pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang berdiri di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo menyebabkan ratusan siswa-siswi sekolah di sekitar lokasi pabrik harus menggenakan masker saat mengikuti pelajaran dikelas.

Hal itu dilakukan lantaran bau menyengat udara yang dihirup menganggu konsentrasi belajar mereka.

Pantauan di lapangan, ratusan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN)1 Desa Plesan, Selasa (5/12/2017) untuk menghindari dampak langsung menghirup udara yang tercemar semua siswa kompak mengenakan masker

Salah satu anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sukoharjo, Martono, yang datang meninjau sekolah tersebut, mendesak Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan mensikapi terganggunya proses belajar mengajar di sekolah akibat polusi udara yang bersumber dari limbah PT RUM.

"Dalam kasus ini, pihak sekolah tidak mungkin berani melakukan teguran atau protes terhadap pabrik. Maka, Dinas Pendidikan atau UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan yang harus turun tangan dalam permasalahan ini," ujarnya

Selain Martono, anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo yang juga meninjau, Samrodin, mengatakan, adanya bantuan susu dan masker dari PT RUM kepada murid sekolah yang terdampak polusi dinilainya tidak efektif.

"Harus segera ada penyelesaian antara pemerintah daerah dan pihak pabrik agar tidak sampai mengganggu jalannya proses belajar mengajar di wilayah Nguter. Ini permasalahan bau yang sewaktu waktu bisa mengganggu aktivitas belajar mengajar. Tentu pemerintah daerah harus duduk bersama dengan pihak pabrik untuk berdiskusi bersama," tegasnya

Meski begitu, dia tidak sependapat jika masalah ini dijadikan alasan untuk menutup pabrik yang juga mempunyai dampak positif terhadap masyarakat. (Sapto Nugroho/akbar nugroho)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya