Rekomendasi

Siswa SMP Digilir Dua Pemuda Pengangguran Sampai Pagi

Kamis, 07 Januari 2016 : 03.30
Published by Hariankota
hariankota.com - Seorang siswi kelas 2, salah satu SMP Negeri di Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan dua pemuda pengangguran.

Ayu, (bukan nama sebenarnya) warga Dusun Setren, Desa Miricinde, Kecamatan Purwantoro tak berdaya setelah sebelumnya di paksa menenggak minuman keras. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma berat, dan hingga kini tidak mau bersekolah lagi.

Polisi pun bergerak cepat setelah mendapatkan laporan. Dalam waktu cepat, satu tersangka bernama Agus Susanto bin Slamet (23), warga Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, berhasil dibekuk polisi. Selain membekuk Agus, polisi pun menyita satu unit sepeda motor serta celana dalam korban, satu buah HP. Sedangkan tersangka lainnya, berinisial RJ yang merupakan sepupu tersangka Agus hingga saat ini masih menjadi buron.

Kasubag Humas Polres Wonnogiri, AKP Gunawan mengatakan kasus perkosaan ini terjadi menjelang pergantian tahun, tepatnya hari Rabu tanggal 30 Desember 2015, sekira pukul 23.00 WIB. Kronologis kejadian itu sendiri berawal dari ajakan tersangka Agus kepada korban untuk refreshing di tempat karaoke di Hotel Merista,Purwantoro.

Karena tak punya rasa curiga, korbanpun menyetujuinya. Tersangka menjemput korban di depan SD Negeri Miricinde, sebelum akhirnya berangkat bersama-sama ke tempat karaoke. Sambil berkaraoke, ketiganya juga menenggak minuman keras, hingga korban mabok dan minta diantar pulang.

Dalam kondisi tidak sadar, korban bukannya diantar pulang, tetapi malah dibawa ke rumah tersangka RJ dan diperkosa berulang-ulang secara bergantian. Diduga, aksi perkosaan tersebut telah direncanakan kedua ersangka. Usai digilir semalaman oleh kedua pemuda pengangguran tersebut, pagi harinya sekitar pukul 05.00 korban yang sudah tersadar dari pengaruh alkohol, diantar ke terminal Purwantoro untuk pulang.

Melihat putrinya pulang dalam kondisi acak-acakan, ibu korban curiga. Didepan ibunya, korban mengaku tidak sadar atas perbuatan kedua tersangka, lantaran dalam kondisi mabok. Kasus tersebut lantas dilaporkan ke Polsek setempat dan tersangka-pun ditangkap.

“Perbuatan tersangka ini dijerat dengan pasal 81 UURI Nomer 35 tahun 2014 tentang Undang-Undang Perlinndungan Anak dengan hukuman paling ringan 5 tahun penjara dan denda 5 Milyar Rupiah,”ujarnya.



Kontributor: Burhani
Editor: Nur Rahayu



Share this Article :