Rekomendasi

Peradi Solo Pecah?

Sabtu, 27 Februari 2016 : 22.36
Published by Hariankota
hariankota.com - Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Advokad Indonesia (Peradi) Solo, Jawa Tengah, ganda.

Setelah Peradi dibawah kepemimpinan Rikawati resmi dilantik, giliran kepengurusan Peradi Kota Solo dibawah kepemimpinan Badrus Zaman pun resmi terbentuk dan dilantik pada Kamis 25 Pebruari 2016.

Badrus Zaman terpilih lewat Muscab yang diikuti 350 Advokad seluruh Karesidenan Surakarta kecuali Kabupaten Klaten. Dan pelantikan kepengursan Peradi dibawah kepemimpinan Badrus dilakukan langsung oleh Ketua DPN Peradi Pusat Fauzi Hasibuan

Menanggapi pelantikan kepengursan Peradi Kota Solo versi Badrus Zaman, mantan ketua DPC Peradi periode sebelumnya Suharsono enggan berpolemik menyangkut adannya dua kepengurusan ganda Peradi.

Sebaliknya Suharsono mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan Peradi dibawah kepemimpinan Badrus Zaman. Menurut Suharsono, Badrus terpilih melalui mekanisme sesuai aturan yang ditetapkan oleh Peradi.

"Badrus terpilih melalui Muscab yang terbuka. Berarti Badrus terpilih sesuai aturan Peradi. Sebagai ketua Peradi, saya harap Badrus segera menyelesaikan persoalan rumah tangga Peradi yang saat ini kurang baiklah,"papar Suharsono saat dikonfirmasi hariankota.com, Jumat (26/2/2016).

Menurut Suharsono, sebagai Ketua baru, Badrus haruslah bisa bertindak tegas dalam memimpin Peradi. Terutama dalam membela rakyat yang tengah membutuhkan bantuan hukum. Dan memberikan Sangsi pada Advokad yang lupa akan tugas dan kewajibannya.

Jangan sampai, nantinya para profesional ini, hanya memikirkan materi belaka. Sehingga lupa akan tugasnya sebagai Advokad.

"Para profesional ini jangan hanya memikirkan materi belaka. Naik turun mobil mewah, rumah mewah dan uang yang banyak. Sehingga lupa akan kewajibannya sebagai Advokad yang juga membela masyarakat kurang mampu yang tengah membutuhkan bantuan hukum," jelasnya.

Terpisah, Pengacara Senior Muhammad Taufik melontarkan kritikan tajam terhadap kabinet bentukan Kepengurusan Peradi versi Badrus Zaman.

Taufik menilai bila kabinet bentukan Badrus Zaman bukanlah kabinet profesional. Tapi kumpulan Advokad yang ingin jadi pengurus.

Sebab, beberapa pengurus yang dilantik itu adalah para Advokad yang pernah terkena masalah dan tidak loyal pada Peradi.

"Saya pikir ini bukan Zaken kabinet (kabinet profesional)  tapi kumpulan advokat yang pengin jadi pengurus. Beberapa yang dilantik itu advokat yang pernah kena masalah,tidak loyal pada peradi (pernah buang kartu Peradi). Ini kabinet konco dewe (teman sendiri) jauh dari baik karena tidak jelas visinya. Lagian nggak solid di Solo sekarang ada 2 peradi. 1 badrus 1 Rikawati,"ungkap Taufik melalui pesan elektronik yang diterima okezone.

Menurut Taufik, bila kepengurusan Badrus ingin mendapatkan dukungan dari semua Advokad, maka Badrus harus berani melakukan koreksi dengan mereshuffle orang-orang yang tidak loyal untuk diganti.

"Kedua jangan menempatkan yang tidak sepaham sebagai lawan. Orang-orang kritis tidak diberi jadwal mengajar di PKPA. Peradi punya tradisi intelektual, Peradi bukan kumpulan orang yang cari makan dari jual perkara,"ujarnya.

Sementara itu Badrus Zaman mengklaim bila kepengurusan Peradi dibawahnya adalah sah. Selain dilantik langsung oleh Ketua DPN Peradi, sebanyak 350 Advokad seluruh Soloraya telah bergabung dibawah kepemimpinannya. Sedangkan dari kubu Rikawati sendiri belum bisa ditemui.(way)



Share this Article :