Rekomendasi

Sampah Anorganik Dominasi Jalur Pendakian Gunung Lawu

Minggu, 21 Februari 2016 : 20.01
hariankota.com - Meski baru resmi dibuka kembali jalur pendakian Gunung Lawu pasca kebakaran hebat yang menewaskan sembilan orang pendaki. Namun tumpukan sampah sudah terlihat berserakan di sepanjang pendakian Gunung Lawu.

Kondisi membuat kondisi jalur pendakian ke Gunung yang masuk dalam Seven Summits of Java ini, menjadi kotor. Sampah ini sangat terlihat sengaja di tinggalkan oleh para pendaki Gunung disepanjang jalur gunung yang memiliki ketinggian 3.265 mdlp ini.

Yang lebih parah lagi, kebanyakan sampah yang ditinggalkan adalah sampah non organik seperti plastik yang sangat sulit di hancurkan. Seperti botol air mineral, bungkus nasi, bungkus mie instan dan masih banyak lagi.

Melihat kondisi Gunung Lawu yang mulai kotor dipenuhi sampah, mendorong para relawan yang tergabung dalam Karanganyar Emergency ini melakukan gerakan bersih-bersih Gunung Lawu.

Salah satu anggota Karangannyar Emergency Rifan Feirnandhi, mengaku sangat menyayangkan banyaknya sampah-sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki terutama saat libur panjang beberapa waktu lalu.

Seharusnya ungkap Rifan, sebagai seorang yang mengaku pecinta alam, para pendaki harus juga perduli dengan lingkungan. Jangan meninggalkan sampah sembarangan.

Apalagi, kebakaran hebat pernah melanda Gunung yang terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi para pendaki.

"Sayangnya para pendaki ini tidak menjaga lingkungan. Justru sebaliknya mereka malah meninggalkan banyak sampah yang bisa merusak kondisi lingkungan," jelas Rifan kepada hariankota, di posko Karanganyar Emergency, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (21/2/2016).

Melihat banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalur pendakian, mulai dari posko satu 1 hingga posko empat Cokrosuryo, para pendaki ini melakukan resik-resik (bersih-bersih) jalur Pendakian Cemoro Kandang.

Dimana bersama dengan relawan melakukan pembersihan sampah dengan cara menyisir jalur pendakian di Cemora Kandang.Menurut Rifan, para relawan ini membersihkan lokasi dari sampah berbahaya seperti botol plastik yang tidak bisa diurai di dalam tanah.

"Kegiatan itu kita lakukan karena kita perduli dan cinta dengan alam. Kita tidak rela dan miris melihat gunung Lawu penuh sampah. Sebagai tuan rumah kita malu jika gunung lawu itu dipenuhi sampah. Jangan kotori gunung dengan sampah," tegas Rifan.

Hasil sampah yang berhasil dikumpulkan para pencinta alam di sepanjang jalur pendakian Gunung Lawu ini sebanyak satu truck ukuran besar. (han)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners