Rekomendasi

Keperawanan Direnggut Lesbian, Awal Mula Eka Terjerumus

Selasa, 15 Maret 2016 : 07.17
Published by Hariankota
hariankota.com - Hujan baru saja reda mengguyur kota Solo. Hentakan musik dangdut terdengar dari luar Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. Di luar, Eka terlihat tengah santai meminum kopi di Hik yang ada di depan THR Sriwedari.

Ditangannya terlihat sebatang rokok yang masih menyala sesekali di hisapnya. Sepintas banyak yang menduga bila Eka ini adalah seorang lelaki. Tapi siapa sangka tubuh mungil berbalut jaket kulit warna hitam ini adalah seorang perempuan.

Eka sampai sekarang masih sering bingung bila ditanya masalah kelamin. Secara fisik dirinya memang seorang perempuan. Namun, secara naluri dia sering menganggap kalau dirinya adalah seorang lelaki.

Hariankota.com tak mudah untuk bisa berkenalan dengan Eka warga Jajar, Solo, Jawa Tengah. Namun berkat bantuan Lurah yang tinggal di wilayah Karanganyar, hariankota.com bisa berkenalan dan masuk kedalam kehidupan Eka,yaitu Lesbian.

Tapi, terkadang sampai sekarang Eka menganggap kalau dirinya bukan lesbi tulen. Dia masih suka laki-laki. Namun Eka yang memiliki Kulit sawo matang, Hidungnya sedikit mancung ini masih suka dengan keindahan tubuh wanita seksi yang menggugah gairahnya untuk bercinta dengannya.

Setidaknya ia mengaku berbeda dengan teman-teman lesbinya. Diantata teman-temannya, ada beberapa perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki. Rambut pendek. Mengenakan pakaian laki-laki. Gaya dan penampilannya pun mirip laki-laki.

“Itu Buchi!” Kata Eka menunjukkan teman-temannya.

Apa itu Buchi?

Eka pun menjelaskan, jika seorang Buchi itu adalah istilah bagi perempuan yang berpenampilan laki-laki. Istilah itu sebutan untuk para lesbian. Selain Buchi ada juga Andro.

“Andro itu perempuan berambut panjang tapi berpenampilan laki-laki,” sahut Eka.

Lalu Eka masuk tipe mana? “Nah, itu dia, aku juga bingung masuk tipe mana. Soalnya aku sendiri bukan lesbi tulen. Aku cuma ikut-ikutan. Ada sih sebutan untuk perempuan yang asli berpenampilan cewek, yaitu Femme atau diambil dari kata feminim,” kata Eka.

Eka melanjutkan, selain Femme, ada juga sebutan lain untuk dirinya, yakni No Label. Artinya perempuan lesbi itu suka dengan cewek dan cowok. Boleh dibilang mereka yang mendapat sebutan itu termasuk Biseks.

“Aku masih normal kok. Soalnya aku juga suka ama cowok,” aku Eka yang tidak terima dirinya dicap sebagai lesbian.

Eka mengaku kalau kejadian tragis menimpanya yang memaksa dirinya hidup di dua alam. Eka pun kemudian menceritakan pengalaman pahitnya ketika semua kenangan pahit itu bermula.

“Aku begini (suka sesama jenis-red) karena dulu pernah diperkosa perempuan,” kenang Eka sambil menghisap rokok mild kegemarannya.

“Iya. Aku jadi seperti ini karena dulu pernah jadi korban perkosaan.”

Mulailah Eka bertutur:

Dasar kehidupan yang kejam, hal itu telah membuatku berubah 180 derajat. Ceritanya saat itu aku baru patah hati dengan seorang cowok. Cowok itu benar-benar membuatku jengkel. Setelah menguras isi dompetku, eh dia malah mengencani gadis lain. Memang dia tak pernah menyentuhku, tapi dia telah menodai hatiku hingga sakit sekali.

Saat itu aku baru lulus SMA. Kira-kira tahun 2005. Terus terang aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan hidupku. Akhirnya kuputuskan mengunjungi seorang sahabat di Surabaya. Aku berharap di sana ada sesuatu pekerjaan yang dapat mengalihkanku dari rasa sakit hati.

Di Surabaya aku bertemu dengan Kyety. Dia teman baikku. Tapi aku tidak menginap di rumahnya. Aku menginap di rumah saudaraku di daerah rungkut Surabaya. Selama di Surabaya pelan-pelan aku mulai dapat melupakan rasa sakitku. Aku memiliki banyak kegiatan.

Bertemu dengan orang-orang yang ramah dan sopan santun, membuatku dapat melupakan mantan kekasihku.

Kyety, temanku itu memiliki usaha tattoo. Dia pernah menjuarai beberapa festival kejuaraan tingkat nasional dengan karya-karyanya. Banyak karya yang dihasilkan Kyety.

Pokoknya, di sana kehadiranku disambut dengan baik. Aku bahkan dikenalkan dengan seorang teman wanita berparas laki-laki. Awalnya aku aneh melihat dandanan wanita itu. Rambutnya pendek dan jabrik. Dari sekujur tubuhnya tercium aroma khas laki-laki. Dia juga sering mengenakan sepatu boot. Celana jeans. Dan aksesoris laki-laki. Sekilas dia tak ubahnya laki-laki, padahal dia seorang perempuan.

Kami berkenalan. Dia bernama caesar, seorang kepala dancer terkenal di kota tersebut. caesar berasal dari Ambon, Maluku. caesar orangnya supel. Baru kenal dia langsung menawarkanku tinggal di kosnya. Kupikir tak ada salahnya. Akhirnya aku boyongan dari rumah saudaraku.

Aku pindah ke kos caesar yang terletak di tengah kota. Kos-kosan itu sangat mewah. Awal-awal kenal caesar, dia sungguh perhatian dan memberiku banyak keistimewaan. Kulalui hari-hari dengan tawa dan canda.

Selama bersama caesar, hampir tak pernah sekali pun aku melewatkan yang namanya dunia malam. Gemerlap malam dan alunan disko memecahkan gendang telinga. Kami bersenang-senang, apalagi saat itu caesar bertugas bagai pengatur dancer di sebuah club malam. Jadi aku bisa keluar masuk seenaknya.

Setiap malam aku terbawa suasana. Mulailah aku mengenal yang namanya minuman beralkohol. Menikmati minuman keras meninggalkan sedikit kepenatan masalah. Namun demikian setelah itu aku merasakan kepalaku pening. Aku mulai tak bisa menjaga keseimbangan. Aku limbung. Beruntung saat itu ada caesar yang langsung menangkapku. Aku dipapah pulang ke kos-kosan.

Dalam keadaan mabuk itu, caesar tiba-tiba menghempaskan tubuhku ke tempat tidur. Antara setengah sadar dan tidak, caesar mulai melepas satu persatu pakaian mini yang melekat pada tubuhku. Terus…dia mulai mencumbuiku dan terakhir menyetubuhiku.

Terus terang hatiku terkoyak sakit. Aku ingin sekali berontak, tapi sepertinya tubuhku terasa letih dan lemas untuk diajak kompromi. Dengan kegelisahan hati akhirnya kubiarkan caesar mengoyak-ngoyak tubuhku.

Esoknya, aku terbangun dan merenungi kejadian semalam. Aku masih termenung melihat keadaan diriku. Kuambil sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam dan memutar otakku.

Dunia sungguh kejam terhadapku. Di saat kenyamanan dan ketenangan batin nyaris kurengkuh, aku kembali mendapatkan cobaan yang lebih ganas. Saat itu aku bertanya-tanya dalam hati, “Kejadian tadi malam, apa aku seorang LESBIAN?”

Otak kananku menjawab iya, sedang otak kiriku ngotot: oh tidak mungkin.

Di saat aku sedang gundah itu, kulihat seorang perempuan berpakaian minim yang sedikit menggugah hasratku. Perempuan itu seksi tapi dia tampan. Aromanya khas laki-laki. Itu caesar. Aih, tak kusangka jika dia melepas celananya dan berpakaian minim, dia terlihat seksi. caesar mendekatiku dan mencium bibirku.

“Kok begini,” kataku mereka-reka.

Kepada caesar berkata, “Ka, kamu tenang saja. Aku akan bertanggung jawab,” katanya.

“Tanggung jawab apa. Bukankah kita…bagaimana kau bertanggung jawab, sampai kapan pun aku tak bisa hamil denganmu. Kau kan perempuan,” jawabku.

“Aku bertanggung jawab untuk menjagamu, karena aku mencintaimu,” balas caesar.

“Apa???!!!”

Serasa mendengar suara gemuruh di langit, batinku langsung terkoyak-koyak. Aku…MENCINTAI PEREMPUAN. Bagaimana bisa?

Tak pernah kusangka ini akan menimpaku. Kukira caesar mengatakan demikian karena dia menyesal atas perbuatannya, eh tapi malah berkata lain. Buru-buru aku berpikir, apakah yang kulakukan itu salah. Belum selesai kumendapat jawaban atas pertanyaanku, caesar kembali mendaratkan ciumannya.

Diamku itu memang diartikan caesar lain. Dikira aku juga senang menjadi lesbian. Akhirnya mau tak mau kuterima cinta caesar, tentunya dengan penyesalan yang dalam. Selama bersama caesar di Surabaya, dia memperlakukanku dengan baik. Cara dia memperhatikanku, menyayangiku, sungguh membuat hatiku nyaman. Segala keperluanku dipenuhi caesar. Mungkin karena itulah aku pelan-pelan ketertarikanku terhadap laki-laki mulai luntur.

Sering Didekati Lesbian

Tiga bulan bersama Caesar akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Solo. Aku tidak tahan hidup dengan caesar karena dia selalu berbohong. Bukan itu saja caesar juga sering mengekang kehidupanku.

Ceritanya saat itu aku menjadi penari latar di suatu club malam. Aku begitu karena ingin mencari uang untuk pengobatan sahabatku Kyaty yang tengah sakit meregang nyawa. Ya, Kyaty kuketahui ternyata mengalami overdosis. Padahal saat itu dia sedang mengandung.

Terang saja upayaku ini tidak mendapat restu dari caesar. Aku ditampar keras sekali hingga pipiku memerah.

“Aku tak ingin kamu jadi penari,” bentak caesar.

“Tapi aku butuh uang untuk membantu Kyety,” jawabku.

“Kamu kan tinggal bilang saja. Aku tidak mau sia-siakan hidupmu cuma untuk menari di muka umum,” kata caesar geram.

Meski caesar telah berjanji akan memberiku uang, tapi janji itu tinggal janji. Uang yang dijanjikan caesar tak kunjung diberikan. Akibatnya Kyaty tidak mendapat pelayanan dari rumah sakit. Tak lama Kyaty pun meninggal bersamaan dengan janin yang dikandungnya.

Sejak itu aku mulai membenci caesar. Menurutku, wanita itu tidak punya perasaan sedikit pun. Akhirnya kuputuskan utnuk meninggalkan kota Surabaya untuk selam-lamanya. Awalnya aku sulit berpisah dengan caesar. Bagaimana tidak, perempuan itu selalu menerorku. Telpon dan sms tidak henti-hentinya berbunyi. Kemudian kuputuskan begini, kuganti nomerku. Dan sejak itu aku pun lepas dari jeratan caesar.

Selama dua bulan di Solo, kukira aku bisa terlepas dari bayang-bayang caesar ternyata tidak. Memang benar aku bisa lepas dari caesar, tapi akibat perbuatannya itu aku mulai menjadi pecinta sesama jenis.

Tiap kali melihat laki-laki, entah kenapa aku tidak ngeh. Memang sih aku masih suka laki-laki tapi laki-laki yang benar-benar kucinta. Dan itu sulit didapat. Banyak laki-laki mendekatiku, tapi semua kutolak. Kasihan mereka. Bukan maksudku begitu. Cuma kenyataannya aku bukan lagi seperti itu.

Ceritanya saat itu aku bertemu dengan seorang laki-laki tampan, pengusaha dari Bali. Kulalui kisah cintaku dengannya dan kutinggalkan kebiasaan burukku.

Saat berjalan dengannya mendadak ada wanita yang menyapaku dengan tidak wajar, menciumku dan memeluk mesra diriku di depan laki-laki tersebut. Terang saja dia mencium gelagat tidak sedap. Berkata dia kepadaku, “Apa kamu seorang lesbian?”

“Lesbian, ah kamu bercanda,” bantahku.

“Tapi mengapa banyak wanita yang bersikap tidak wajar denganmu,” sanggahnya.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Tak lama setelah kejadian itu dia mulai menjauhiku dan memberi ultimatum agar aku berubah.

Yah, rupanya aku belum sembuh. Akibat disetubuhi caesar, entah kenapa sikapku menjadi lain terhadap pria. Justru setiap kali melihat perempuan yang seksi dan bahenol, hasratku naik dan ingin sekali bercinta dengannya. Akhirnya pelan-pelan kucoba untuk menghibur diri, tentunya dengan sesama wanita di sekitarku.

Apalagi saat itu aku sedang mengalami kesedihan mendalam. Nenekku meninggal dunia. Mungkin karena tidak tahan dengan sikapku. Sejak kepergian Nenek yang sejak kecil merawatku, emosiku tidak terkontrol. Beruntung saat itu aku memiliki seorang perempuan yang selalu menjagaku sejak kepergian nenek.

Panggilannya Wulan. Betapa sayangnya dia terhadapku, sampai-sampai dia tak rela melepaskanku. Wulan adalah perempuan lesbi. Kami sudah mengenal cukup lama. Pertama bertemu dulu, dia langsung menembakku. Aku tidak tahu mengapa itu bisa terjadi. Dimana-dimana aku selalu didekati wanita lesbi. Malah sebelum dengan Wulan, aku pernah juga didekati wanita lesbi keturunan. Dia bercerita kalau tertarik denganku. Bahkan dia rela membayarku berapa saja agar dapat tidur dengannya.

Huh, tawaran yang menggiurkan, pikirku.

Tapi aku tak bisa begitu saja menerima tawaran itu. Aku memang lesbi, tapi aku juga butuh perhatian dan tidak sekedarnya menyukai sesama jenis. Aku suka dengan laki-laki, tapi aku lebih suka perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh se-kaumku.

Yah, akhirnya pilihanku jatuh pada Wulan. Kulalui kisah sedih, duka, senang dan susah bersamanya. Saat itu aku merasakan seperti bangkit dari kematian. Bersama Wulan aku benar-benar menemukan cintaku yang hilang.

Namun demikian, lama-lama kurasakan hidup bersama Wulan membosankan juga. Terus terang bersama Wulan, kami sering melakukan hubungan intim. Tapi sekali lagi, masalah demi masalah kerap muncul dalam hubungan kami.

Kukira, aku memang tidak cocok menjadi lesbian. Hati kecilku berkata, aku harus berhenti, sementara kulihat usiaku pun semakin menua.

Setiap hari yang kupikir adalah cara menghindari dunia yang konyol ini, namun sekali lagi setan terus berbisik ke hatiku. Kata setan begini, “Terlalu banyak yang kau korbankan. Sayang sekali jika kau berhenti sampai di sini,” bisik setan.

Jika, kupikir-pikir memang sayang, apalagi perhatian Wulan terhadapku sangat besar, dari mulai menjaga hingga menemaniku di setiap kota yang ingin kusinggahi. Cara dia merawatku juga seperti nenekku. Dan selama ini nenekku hanya tahu jika Wulan adalah sahabat baruku, tidak lebih.

Terus terang banyak hal yang aku pertimbangkan dan bingungkan. Beberapa orang mengingatkanku untuk kembali ke jalan yang benar. Kulalui hariku dengan kegalauhan dan hanya dapat berdoa, “Tuhan, tolonglah hambamu ini, berikan jalan terbaik jika menurutmu itu yang terbaik”.

Sampai sekarang aku masih belum teguh pada pendirianku karena di sisi lain aku takut kehilangan Wulan. Hanya dia yang aku miliki setelah kepergian nenek. Karena dia pula aku dapat bertahan sejauh ini. Meninggalkan dunia malamku dan menjauhi segala aktifitasku yang kurang baik.

Wulan pula yang memotivasiku untuk melanjutkan kuliah. Oh Tuhan.. teruslah beri petunjuk pada hambaMu ini, hanya itu yang bisa kulakukan setiap kali memanjatkan doa kepadaMu.

Terkadang terbesit di otakku terserah apa kata orang seperti apa diriku ini, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.

Seorang lesbian memanglah seorang lesbian, namun kau tidak tahu bagaimana asal dia menjadi lesbian. Demikian pengakuan seorang lesbian pada hariankota.com yang kemudian ditutup dengan perpisahan.(Genta)
Share this Article :